14 February 2019, 12:47 WIB

Penurunan Angka Kelahiran Capai Target


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

MI/DHIKA KUSUMA WINATA
 MI/DHIKA KUSUMA WINATA

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar diseminasi hasil riset pengendalian penduduk. Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN, Rizal Damanik, mengatakan hingga 2018 ada tiga indikator rencana strategis yang mencapai target, salah satunya penurunan angka kelahiran total.

"Angka kelahiran total menjadi 2,38 per wanita usia subur (WUS) usia 15-49 tahun dari target sebesar 2,31. Persentase capaiannya 97,1%," kata Rizal di Jakarta, Kamis (14/2).

Indikator capaian rencana strategis BKKBN lainnya yang telah mencapai target, lanjut Rizal, ialah penurunan angka putus pakai kontrasepsi menjadi 25%. Itu sesuai terget yang dicanangkan. Ketiga ialah peningkatan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebesar 23,1%. Itu melebihi target yang ditetapkan yakni 22,3%.

Meski begitu, imbuh Rizal, masih terdapat dua sasaran yang perlu diperkuat karena belum sesuai target yang ditetapkan. Kedua indikator tersebut yaitu peningkatan penggunaan kontrasepsi modern yang hanya mencapai 57% dari target sebesar 61,1%. Terakhir ialah menurunkan tingkat unmet need dari 12.4% sesuai dengan terget sebesar 10,14%.

"Maka dari itu, BKKBN masih mempunyai pekerjaan rumah yang sangat besar untuk mencapai sasaran 2019 ini. Untuk mencapai indikator-indikator tersebut, penguatan sosialisasi dan penyuluhan di lapangan merupakan keharusan untuk digencarkan," ujarnya.

Baca juga: BKKBN: Program KB Bukan Membatasi Pasutri Hanya Boleh Punya Dua Anak

Dalam kesempatan itu, sepuluh hasil riset lapangan yang dilakukan BKKBN di beberapa daerah dipaparkan. Antara lain mengenai fertilitas di NTT, Maluku, dan Papua, kehamilan tidak diinginkan studi kasus di Rembang, serta model pencegahan stunting di daerah.

Plt Kepala Puslitbang Kependudukan BKKBN Zahrofa Hermiwahyoeni menyatakan pihaknya mendorong riset-riset lapangan agar upaya pengendalian penduduk bisa tepat sasaran. Keberhasilan pengendalian penduduk menurutnya juga bergantung kepada proses penyusunan strategi yang matang berbasis riset (evidence based).

"Kita harapkan riset ini bisa menjadi pegangan pemangku kepentingan lainnya seperti pemda untuk membuat kebijakan," ucapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT