14 February 2019, 11:15 WIB

Pariwisata Yogyakarta tidak Terdampak Harga Tiket Pesawat


Agus Utantoro | Nusantara

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
 ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

DINAS Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta meyakini tingginya harga tiket penerbangan, tidak berdampak secara signifikan terhadap kunjungan wisata di DIY.

Kepala Dinas Pariwsata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Rahardjo, Rabu (13/2), mengatakan Yogyakarta memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga keinginan untuk megunjungi Yogyakarta itu tidak akan terganggu dengan harga tiket.

Di sisi lain, jelasnya, untuk mencapai Yogyakarta tersedia banyak pilihan moda transportasi, sehingga menuju Yogyakarta tidak harus dengan pesawat terbang.

"Akses menuju Yogyakarta ini cukup mudah, sehingga kalau pun wisatawan yang ingin berkunjung ke Yogyakarta itu tidak harus dengan pesawat terbang. Banyak pilihan," katanya.

Membandingkan dengan Bali, Singgih menuturkan, dampak tingginya harga tiket pesawat terbang akan terasa di Bali, karena akses menggunakan transportasi darat menuju ke Bali bisa lebih lama.

"Menuju Bali, orang lebih banyak menggunakan pesawat terbang karena lebih mudah," katanya.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Pelni Naik 100%

Karena itu, lanjutnya, menghadapi tingginya harga tiket pesawat  terbang itu, Yogyakarta justru berharap akan mendapat limpahan lebih  banyak kunjungan wisata.

Namun ia juga tidak menampik bahwa harga tiket pesawat terbang juga perlu diantisipasi agar tidak mengganggu target kunjungan wisata 2019.

Target kunjungan wisatawan ke Yogyakarta pada 2019 ini baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara sebesar 5,9 juta. Meski demikian, ia mengakui, hingga saat ini, belum ada laporan yang menyebutkan menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Singgih mengemukakan, untuk mengantisipasi itu akan segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan PHRI, ASITA dan lainnya.

Sementara Kabupaten Sleman akan menggelar kegiatan Sleman Hebat. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memikat para wisatawan untuk berkunjung ke Sleman.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari Jogja Heboh," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani, Rabu (13/2).

Ia menjelaskan, kegiatan ini sengaja dilakukan pada low season kunjungan  wisatawan. Harapannya, pada musim sepi kunjungan ini akan menjadi hidup  dan Februari tidak lagi menjadi low season.

Sleman Hebat ini akan digelar di Taman Kuliner Condongcatur. (OL-2)

BERITA TERKAIT