12 February 2019, 22:30 WIB

Polri Bantu Otoritas Malaysia Identifikasi Jenazah WNI


Ferdian Ananda Majni | Internasional

Antara
 Antara

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, pihaknya membantu Polis Diraja Malaysia (PDRM) guna mengidentifikasi jenazah warga negara Indonesia (WNI) korban mutilasi melalui pemindaian sidik jari.

"Salah satu yang kita kirim sidik jari korban yang dimiliki kepolisian Indonesia diserahkan kepada PDRM dalam rangka identifikasi korban," kata Dedi di Gedung PTIK Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/2).

Terkait hasil tes DNA mutilasi dua WNI di Sungai Buloh, kata Dedi, belum ada hasil tes DNA dan sidik jari. Polisi masih menunggu kepastian hasil kedua tes dan akan menyampaikan hasilnya kepada KBRI Kuala Lumpur.

"Demikian juga sampel DNA dari pihak keluarga korban sudah kita berikan kepada PDRM. Penguatan alat bukti ini sangat penting," terangnya.

Dedi menyebut, masyarakat untuk percaya dengan kinerja PDRM guna mengusut tuntas kasus pembunuhan dan memproses tindakan terhadap pelaku yang diketahui telah diamankan pihak kepolisian setempat.

"Untuk identifikasi korban dan memutuskan betul-betul kedua tersangka yang saat ini diduga dalam proses penanganan PDRM apakah betul pelakunya. Karena keterkaitan hubungan ini erat peristiwa pidana," jelasnya.


Baca juga: KBRI: Belum Ada Hasil Tes DNA Mutilasi WNI


Sebelumnya, Dedi Prasetyo, mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) terkait pembunuhan dua warga negara Indonesia yang ditemukan tewas di daerah Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Bahkan otoritas setempat meminta Kedubes RI di Malaysia untuk memberikan sejumlah penguat barang bukti.

"Dari hasil komunikasi dengan otoritas Malaysia, pihak PDRM meminta beberapa bukti tambah dalam rangka memperkuat identifikasi korban yang diduga atas nama Nuryanto dan saudara Ai Munawaroh," kata Dedi, di Gedung PTIK Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/2).

Data-data yang diminta PDRM akan dilengkapi KBRI antar lain dari sidik jari. Kata Dedi, kebetulan sidik jari yang diketemukan di TKP baru satu tangan.

"Diidentifikasi tangan itu tangan laki-laki. Jadi sangat besar kemungkinan tangan tersebut milik saudara Nuryanto," sebutnya.

Kemudian, pihaknya juga masih akan berikan informasi detil dari hasil percakapan WhatsApp. Karena dari PDRM menyebutkan telah menangkap dua terduga pelaku warga negara Pakistan yang merupakan teman bisnis dari korban tersebut.

"Dari pihak Malaysia meminta informasi transaksi rekening keuangan rekening BCA atas nama saudara Nuryanto. Itu juga akan kita berikan. Penguatan alat bukti tersebut sangat penting ungkap kasus ini setuntas-tuntasnya," terangnya.

Dedi belum bisa memastikan, pelaku pembunuh kedua WNI dilakukan oleh rekan bisnis korban. Meskipun demikian, pihaknya akan terus mendukung otoritas Malaysia guna mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.

"Itu didalami. Itu ranah PDRM yang bertanggung jawab setuntas-tuntasnya peristiwa mutilasi yang kebetulan korban WNI. Dari kepolisian bantu support sepenuhnya apa yang dibutuhkan PDRM melalui KBRI dan Kemenlu," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT