12 February 2019, 19:20 WIB

Sidang Lanjutan Ahmad Dhani di Surabaya Gaduh


Faishol Taselan | Nusantara

ANTARA FOTO/HO/Ali Masduki
 ANTARA FOTO/HO/Ali Masduki

MUSIKUS Achmad Dhani menjalani sidang kedua dalam kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur. Sidang diwarnai dengan kegaudahan antara jaksa dan tim kuasa hukum terdakwa.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut awalnya berlangsung normal dan kondusif. Sidang dengan agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi tersebut berjalan mulus meski ruang sidang dipenuhi pengunjung.

Kegaduhan terjadi ketika sidang berakhir, petugas kejaksaan hendak membawa Dhani ke mobil tahanan. Namun, saat itu Dhani masih tertahan di ruang sidang Cakra karena kerumunan pendukung dan awak media.

Dhani yang saat itu bersama pengacara hendak memberi penjelasan kepada awak media mengenai eksepsi yang disampaikan saat sidang, coba dihentikan karena Dhani harus segera dibawa kembali ke tahanan oleh jaksa.


Baca juga: Ganjar Menduga Ada Aktor Intelektual pada Kasus Teror Bakar Mobil


Kerumunan yang coba diurai oleh Polisi akhirnya menimbulkan aksi saling dorong. Petugas yang berhasil membawa Dhani keluar ruang sidang, membuat kegaduhan antara petugas kejaksaan dan pendukung serta beberapa penasihat hukum Ahmad Dhani.

Aldwin Rahadian, salah seorang penasihat hukum Ahmad Dhani, mengatakan, kliennya tidak ditahan untuk perkara Surabaya, melainkan Jakarta.

"Mas Dhani ini tidak ditahan untuk perkara Surabaya. Ini harus digarisbawahi. Beliau adalah orang merdeka untuk perkara ini. Beliau ditahan karena penetapan yang di Jakarta. Jadi, jaksa di Surabaya meminjam untuk menghadirkan mas Dhani di Surabaya," ujarnya.

Pada sidang kedua ini, Ahmad Dhani menyampaikan empat nota keberatan yaitu eksepsi kompetensi relatif, eksepsi dalam penerapan pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, surat dakwaan tidak dapat diterima karena delik aduan tidak sah, dan surat dakwaan yang dapat dibatalkan.

"Bahwa surat putusan tidak ditulis dengan jelas dan cermat, maka dakwaan batal demi hukum," katanya.

Namun, majelis belum mengabulkan sebab masih menunggu penjelasan jaksa pada siding berikutnya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT