Rupiah Melemah Terseret Prospek Perang Dagang


Penulis: Raja Suhud - 12 February 2019, 12:17 WIB
ANTARA
 ANTARA

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (12/2) pagi bergerak melemah dipicu kekhawatiran kesepakatan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok bakal mandek.

Kurs rupiah pagi ini bergerak melemah 63 poin menjadi Rp14.097 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.034 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan pelemahan rupiah diakibatkan dolar yang diprediksi menguat terhadap hampir seluruh mata uang dunia.

"Penguatan dolar didorong oleh kekhawatiran investor tidak tercapainya kesepakatan perjanjian perdagangan antara AS-Tiongkok di tengah deadline gencatan perang dagang yang akan segera berakhir di awal Maret," ujarnya.

Baca juga: Pergerakan Rupiah masih Dipengaruhi Faktor Eksternal

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping kemungkinan besar dilakukan setelah 1 Maret 2019, yaitu tenggat waktu pelaksanaan tarif terhadap seluruh barang impor dari Tiongkok, dan memberikan kekhawatiran terhadap pasar.

Akan tetapi, optimisme masih muncul terhadap pertemuan delegasi kedua negara yang diselenggarakan di Beijing pada 14-15 Februari mendatang dengan dihadiri oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer.

"Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.000 per dolar AS sampai Rp14.050 per dolar AS," ungkap Ahmad seperti dikutip Antara.(Ant/OL-5)

BERITA TERKAIT