Ganjar Sebut ada Aktor di Balik Aksi Teror di Jateng


Penulis: Haryanto - 12 February 2019, 12:15 WIB
MI/Widjajadi
 MI/Widjajadi

AKSI teror pembakaran kendaraan yang marak terjadi di Jawa Tengah diduga tidak hanya untuk menciptakan ketakutan. Namun, tujuan utama dari aksi itu adalah untuk mendiskreditkan aparat penegak hukum dan pemerintah di kalangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam acara dialog Mas Ganjar Menyapa di Puri Gedeh Kota Semarang, Selasa (12/2). 

Ia menduga, ada pihak-pihak tertentu yang ingin menjelekkan atau melemahkan wibawa pemerintahan.

"Saya menduga ada aktor profesional di balik aksi teror yang marak terjadi akhir-akhir ini. Tidak hanya memberi rasa takut di tengah masyarakat, namun juga memberikan image bahwa pemerintah tidak bisa menangani," kata Ganjar dalam dialog tersebut.

Analisis itu, lanjut dia, dapat dilihat dari aksi para pelaku yang mayoritas beraksi pada masyarakat kalangan menengah ke bawah. Hal ini karena masyarakat menengah ke bawah dianggap mudah untuk dipengaruhi.

"Lihat saja, selama ini yang dibakar kebanyakan kendaraan milik masyarakat menengah ke bawah, di daerah pinggiran dan juga bukan kendaraan mewah. Mereka ingin menciptakan rasa takut kepada masyarakat kecil yang dianggap akan langsung menyalahkan pemerintah," terangnya.

Baca juga: Negara dan Rakyat Tidak Boleh Kalah Dengan Teror Pembakaran

Meski begitu, tujuan dari para pelaku tersebut lanjut dia sepertinya tidak berhasil. Sampai saat ini, masyarakat Jawa Tengah masih adem-adem saja dan tidak takut dengan adanya aksi teror-teror itu.

"Saya lihat masyarakat tidak takut, ekonomi masih berjalan seperti biasa, aktivitas juga masih normal," tambahnya.

Ganjar menegaskan, pihaknya bersama Polda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro terus berupaya untuk mengungkap kasus ini. Selain fokus pada penangkapan pelaku aksi teror, aksi-aksi pengamanan di masyarakat juga terus ditingkatkan.

"Saya meminta masyarakat untuk ikut berperan. Aktifkan lagi Siskamling, pasang CCTV dan portal-portal untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror dan gangguan keamanan hingga pesta demokrasi nanti," tegasnya.

Masyarakat lanjut dia juga diminta untuk tetap tenang. Sebab lanjut dia, Kapolda, Pangdam dan instansi terkait sudah berjalan dengan cara, instrumen dan kewenangannya masing-masing untuk mengungkap kasus teror ini.

Sekedar diketahui, teror pembakaran kendaraan melanda Jawa Tengah, akhir-akhir ini. Di Kota Semarang terjadi 17 kasus pembakaran kendaraan, di Kendal ada 8 kasus dan di Kabupaten Semarang ada satu kasus. Terbaru di Grobogan juga satu kasus.

Pelaku melakukan aksinya dengan melempar kain yang telah diberikan minyak ke kendaraan warga. Pelaku beraksi pada dini hari dan diduga sangat terlatih, mengingat sangat sedikit jejak kejahatan yang ditinggalkan.

Sampai saat ini, kasus teror pembakaran kendaraan terus diselidiki pihak kepolisian. (OL-3)

BERITA TERKAIT