Sentimen Global Kesepakatan Dagang masih Mengoreksi Indeks 


Penulis: Fetry Wuryasti - 12 February 2019, 10:40 WIB
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta

INDEKS harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah Senin (11/2) di level 6,495.00 (-0,41%). Pelemahan didorong oleh sektor aneka industri (-1,65%) dan sektor tambang (-1,53%).

"IHSG kembali melanjutkan pelemahan didorong oleh ketidakpastian global. Secara teknikal IHSG membentuk pola double top mengindikasikan akan terjadi pelemahan," ujar Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, Selasa (12/2).

Terpantau, IHSG pada perdagangan Selasa (12/2) pukul 09.50 JATS berada pada level 6.487,45 atau melemah 0,12% dari penutupan Senin di pevel 6.495.

Di sisi lain, bursa Amerika Serikat ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 25.053,11 (-0,21%), NASDAQ ditutup 7.307,9 (+0,13%), S&P 500 ditutup 2.709,80 (+0,07%).

Bursa Amerika Serikat ditutup bercampur dimana investor masih menantikan kepastian dari kelanjutan negosiasi antara Tiongkok dan AS. 

 

Baca juga: Persija Mau Melantai di Bursa, BEI Siap Bantu

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemungkinan masih bisa bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam waktu dekat, kata penasihat senior Gedung Putih, Kellyanne Conway pada hari Senin, waktu setempat.

Pertemuan itu bisa berlangsung secepatnya di pertengahan Maret, namun menurut sumber, belum ada persiapan yang telah dilakukan saat ini.

"IHSG diprediksi melemah, dengan level resistance 6,549-6,522 dan support di 6,481-6,467. Pergerakan masih akan dipengaruhi sentimen global terutama kesepakatan antara China dan US. Dari dalam negeri masih minim sentimen yang bisa mempengaruhi pergerakan. Secara teknikal pergerakan IHSG berpotensi membentuk double top yang mengindikasikan akan terjadi pembalikan arah trend jangka menengah," tukas Dennies. (OL-3)

BERITA TERKAIT