Tersandung Tanda Tangan Taufik


Penulis: PUTRI ANISA YULIANI - 12 February 2019, 09:50 WIB
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj
 ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj
AKOR FIT AND PROPER TEST CAWAGUB DKI JAKARTA: Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Sakhir Purnomo (kanan) bersama Wakil Ketua Umum Khoiruddin (kedua kanan) melakukan rapat koordinasi dengan Tim Uji Kepatutan dan Kelayakan atau "Fit and Proper Test" Calon Wakil G

Entah disengaja atau tidak, dalam beberapa hari ini Mohamad Taufi k menghilang. Ketua Partai Gerindra DKI Jakarta itu dikabarkan sedang keluar kota. Padahal sosok Taufik sangat penting bagi kelanjutan duet Gerindra-Partai Keadilan Sejahtera menentukan calon wakil gubernur. “Gerindra belum menandatangani surat usulan dua nama cawagub yang sudah dipilih tim uji kepatutan dan kelayakan. Ketua Mereka, Mohamad Taufi k sedang berada di luar kota,” keluh juru bicara DPW PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana, kemarin. Ketiadaan Taufik membuat pertemuan antara pimpinan PKS dan Gerindra tidak bisa digelar, seusai uji kepatutan dan kelayakan. Alhasil, surat usulan dua nama cawagub untuk diserahkan kepada Gubernur DKI pun belum ditandatangani, khususnya dari pihak Gerindra. Zakaria pun menyayangkan kebijakan Partai Gerindra itu. “Sudah setengah tahun posisi wagub kosong. Ini bukan untuk kekuasaan, tetapi untuk pelayanan terhadap warga Jakarta.” Untuk mengisi posisi wagub, PKS mengajukan tiga nama, yakni Abdurrahaman Suhaimi, Achmad Syaiku, dan Agung Yulianto, seperti yang diminta Gerindra. PKS juga pasrah ketika Gerindra lagi-lagi, meminta ketiganya mengikuti proses fi t and proper test. Empat penguji dihadirkan untuk menyusutkan tiga calon menjadi dua calon. Mereka ialah peneliti LIPI Siti Zuhro, ahli kebijakan publik Eko Prasodjo, akademisi Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun, dan politikus PartaiGerindra Syarif. Uji digelar 27 Januari hingga 9 Februari lalu. Saat dua nama sudah di tangan, Taufik menghilang. Kemarin, Ketua PKS DKI Jakarta Sakhir Purnomo menyatakan dua nama cawagub sudah terpilih, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. “Seharusnya, jika sesuai jadwal, dua nama itu sudah diajukan ke gubernur hari ini. Setelah itu, gubernur bersurat ke DPRD DKI untuk dibahas.” Anggota tim penguji, Ubedilah Badrun membenarkan dua nama yang sudah terpilih. “Pak Syaikhu berpengalaman di dunia birokrasi, karena pernah menjadi Wakil Wali Kota Bekasi. Pak Agung unggul dalam pengelolaan keuangan, karena pengusaha dan auditor.” Gerindra tersinggung Pengumuman nama kedua cawagub, ternyata tidak bisa diterima anggota tim panelis lainnya, Syarif. “Langkah PKS mengumumkan dua nama, tanpa berkomunikasi dengan kami tidak etis. PKS tidak mematuhi fatsun politik.” Ia pun meminta PKS lebih bersabar. Apalagi, Ketua Gerindra DKI juga memiliki kesibukan lain, karena tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Banyaknya aktivitas Taufi k memengaruhi target penentuan cawagub. Ia berjanji pertemuan dengan PKS mundur satu hari. “Pekan ini, dua nama cawagub akan diserahkan kepada gubernur,” janji politikus Partai Gerindra itu. Saat diminta komentar soal mundurnya jadwal pemilihan wagub, Anies seperti tidak terusik. Ia pun tidak bisa menolak dengan usulan pemilihan diundur setelah Pemilu, 17 April. “Saya hanya menjalankan UU. Kewenangan mengajukan nama wagub ada pada partai pengusung,” tuturnya. Karena itu, lanjut Anies, ketika kedua partai pengusung mengusulkan dua nama, sekarang, atau minggu lalu atau minggu depan, dia hanya bisa menunggu saja. “Mudah-mudahan kesepakatan antarpartai bisa tuntas,” ungkap Anies. (Ssr/J-3)

BERITA TERKAIT