PIP Bantu Siswa Kurang Mampu


Penulis: Syarief Oebaydillah - 12 February 2019, 09:20 WIB
MI/DENNY SAPUTRA
 MI/DENNY SAPUTRA

PROGRAM Indonesia Pintar (PIP) diharapkan terus berlanjut. Pasalnya, amat membantu siswa tidak mampu melanjutkan pendidikan.

PROGRAM Indonesia Pintar (PIP) diharapkan terus berlanjut. Pasalnya, amat membantu siswa tidak mampu melanjutkan pendidikan.

PIP merupakan bantuan yang diberikan pemerintah kepada siswa dari keluarga tidak mampu atau rentan miskin dan anak di panti asuhan untuk membiayai kebutuhan personal pendidikan mereka.

"Pemberian bantuan melalui PIP harus dipertahankan dan terus berlanjut karena dirasa sangat membantu, khususnya bagi siswa yang tidak mampu," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Mohammad Solihin, kepada wartawan di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) hari pertama di Pusdiklat Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, kemarin.

PIP  merupakan salah satu program prioritas Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menurut Solihin, PIP memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. Banyak siswa tidak mampu dapat bersekolah dengan memanfaatkan dana PIP yang diberikan dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar tersebut.

Pada 2018, sebanyak 171.627 siswa di Kabupaten Sukabumi telah menerima bantuan KIP. Pada jenjang sekolah dasar (SD), KIP diberikan kepada 129.883 siswa, sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 41.744 siswa telah menerima KIP.

Selain itu, KIP juga diberikan kepada siswa di sekolah terbuka. "Siswa yang ada di sekolah terbuka sangat terbantu dengan KIP karena lokasi sekolah mereka di daerah terpencil sehingga mereka terbantu jika ingin mengakses sekolah induk yang jaraknya cukup jauh dari sekolah mereka," ujar Solihin.

Dalam menjalankan tugasnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan bank penyalur dan dinas sosial mengundang kepala sekolah, guru, dan orangtua penerima KIP untuk menyosialisasikan manfaat dan proses pencairan dana KIP. Melalui koordinasi tersebut, dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat KIP, cara penggunaannya dan proses pencairannya. Dengan demikian, penerima KIP dapat teredukasi dengan baik dan tepat dalam penggunaannya.

Seperti diakui Apriansah, siswa kelas IX SMPN 4 Ciemas, Kabupaten Sukabumi, yang mengakui manfaat dari PIP. Siswa yang bercita-cita melanjutkan usaha bengkel ayahnya tersebut, merasa sangat terbantu dengan adanya dana pendidikan melalui PIP. "Alhamdulillah saya sangat senang dengan adanya bantuan PIP, jadi lebih rajin dan semangat sekolah", kata Apriansah.

Ia menambahkan, tahun ini menjadi tahun kedua baginya sebagai menerima bantuan manfaat PIP. "Saya sudah menerima dua kali bantuan PIP, sejak kelas VIII. Setiap bantuan saya menerima Rp750 ribu," tutur Apriansah.

Penerima bantuan dana manfaat PIP lainnya Erni Karisman, siswi kelas VI SDN Sukamanah 1, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, juga mengakui manfaat PIP yang telah dinikmati sebanyak empat kali.

"Senang sudah dapat bantuan empat kali. Terima kasih sudah membantu anak saya supaya tetap bisa sekolah. Bantuan ini saya gunakan untuk keperluan sekolah. Uangnya dipakai untuk beli seragam sekolah, sepatu, dan keperluan sekolah lainnya," terang Hoerudin, ayah Erni.

 

Tidak harus antre

PIP dimulai sejak 2014 dengan jumlah dana yang disalurkan sebesar Rp4,322 triliun. Hingga Desember 2018 dana PIP yang telah disalurkan sebesar Rp42,837 triliun. Bantuan tersebut bertujuan menghindari anak putus sekolah dan menarik anak yang sudah putus sekolah untuk kembali bersekolah.

Untuk memperoleh manfaat PIP dalam bentuk uang tunai, Kemendikbud telah mengembangkan layanan sesuai dengan perkembangan zaman. Siswa tidak lagi harus antre di teller bank, tetapi mereka dapat dengan mudah mengambil dana PIP dengan menggunakan KIP di anjungan tunai mandiri (ATM) bank penyalur yang telah ditetapkan Kemendikbud.

"Dengan KIP-ATM ini memudahkan siswa dalam mencairkan dan menggunakan dana PIP untuk kepentingan sekolah. Mereka bisa langsung ke ATM untuk ambil dana manfaatnya," jelas Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (Kepala BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso. (S1-25)

BERITA TERKAIT