12 February 2019, 00:00 WIB

Menteri Diminta Tancap Gas


Ant/*/H-3 | Humaniora

Sumber: Kemenko PMK
 Sumber: Kemenko PMK

MASIH ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintahan Kabinet Kerja di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Menteri ­Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meminta para menteri tancap gas demi mencapai target.

“Tujuannya ialah satu, semua hal yang dilakukan semata-mata untuk kesejahteraan rakyat,” kata Menko Puan saat kick-off meeting bersama delapan kementerian  serta 13 lembaga di bawah koordinasi Menko PMK di Jakarta, kemarin.

Kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Puan meminta agar Kemenag memperbanyak layanan biometrik jemaah haji di dalam negeri.

“Tahun lalu kita bisa melakukan itu untuk 70 ribu jemaah. Tahun ini, saya minta Pak Menag, usahain lagi, tahun ini minimal bisa dua kali lipat,” serunya.

Dari sisi kesehatan, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyampaikan masalah yang harus menjadi perhatian bersama ialah angka kekerdilan pada anak atau stunting yang masih tinggi, yakni sebesar 30% pada 2018. “Kita harus turunkan lagi seperti yang diminta WHO yaitu 20%,” sebutnya.

Sebelumnya, kata Menkes, angka stunting pada 2013 tercatat 37,2% dan turun menjadi 30% tahun lalu. “Kita berhasil, tapi masih perlu kerja keras,” serunya lagi.

Hal lain yang menjadi perhatian ialah meningkatnya tren penyakit tidak menular (PTM), kurang gizi, dan kelebihan gizi yang dipengaruhi perilaku dan gaya hidup masyarakat.

Sementara itu, Menteri ­Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melaporkan pembangunan pendidikan anak usia dini (PAUD) telah mencapai 80% di seluruh desa Indonesia dan disahkannya UU Pemajuan Kebudayaan. “Dengan demikian, kebudayaan secara lokal memiliki payung hukum sangat kuat. Nanti juga ada anggaran BOS di kebudayaan, bantuan operasio­nal untuk kebudayaan,” kata Muhadjir. (Ant/*/H-3)

BERITA TERKAIT