11 February 2019, 20:46 WIB

Polisi Masih Selidiki Kasus Pembakaran Kendaraan di Jawa Tengah


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Aji Styawan
 ANTARA FOTO/Aji Styawan

KAROPENMAS Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus pembakaran kendaraan oleh orang tidak dikenal di daerah Jawa Tengah.

"Itu masih sumir. Tim masih bekerja dari Polda Jateng dan mabes polri untuk mengungkapkan," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Dedi menyebut, proses penyelidikan secara bertahap dan mempelajari setiap kasus yang terjadi. Bahkan proses pembuktian sangat penting untuk melihat rekam jejak pelaku.

"Kejadian yang terjadi selama ini di Jateng, tidak harus penyidik terburu-buru mengungkap kasus ini. Ini sama seperti kasus terorisme dan narkoba," sebutnya.

Apabila belum terungkap pelaku maka dikhawatirkan ada upaya mengulangi pola pola serupa dikemudian hari. Oleh karena itu, Kepolisian bekerja sama dengan TNI dan masyarakat setempat untuk mengantisipasi peristiwa tersebut.

"Ketika penyidik mampu menemukan alat bukti cukup maka nanti merembet dengan rekam jejak masa lalu (kasus pembakaram serupa) yang belum terungkap," lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan fenomena pembakaran sejumlah kendaraan bermotor di Jawa Tengah merupakan tindakan kelompok kecil yang ingin menebar teror. Aksi itu diketahui tidak ada kaitannya dengan dendam terhadap para korban.

"Itu kan sebagian kecil kelompok yang ingin menyampaikan teror. Ada beberapa petunjuk karena hampir semua korban yang memiliki kendaraan bermotor tidak memiliki masalah," kata Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta.

Dari hasil penyelidikan, telah ada 26 kasus pembakaran kendaraan bermotor di Jawa Tengah. Seperti yang disampaikan Iqbal, seluruh  korban mengaku tidak memiliki hubungan pribadi atau hubungan lainnya dengan pelaku teror.

"Kami sudah menyelidiki itu, tetapi pasti tidak akan berhenti sampai di situ. Tim khusus strategi sudah kami bagi," paparnya.

Iqbal memastikan, kepolisian berupaya pengusutan kasus itu dengan membentuk tim khusus yang terdiri dari Bareskrim, Densus 88, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Jateng.

"Doakan segera dapat diungkapkan kasus ini, kita akan berkerja maksimal," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT