11 February 2019, 18:50 WIB

ABN Partai NasDem Ciptakan Kader Restoratif


Rilis | Politik dan Hukum

MI/Rommy Pujianto
 MI/Rommy Pujianto

PARTAI NasDem membentuk sekolah kader Akademi Bela Negara (ABN) sebagai investasi politik yang bertujuan menciptakan calon pemimpin bangsa.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Senin (11/2), optimis NasDem bisa mempersiapkan kader muda untuk menjadi pemimpin.

Kader Nasdem, lanjutnya, harus memahami betul tentang restorasi, jati diri bangsa, ideologi bangsa, dan tentang sistem negara serta sejarah Indonesia. "Nah itu yang ingin diwujudkan oleh NasDem sehingga wujudnya adalah kader yang restoratif," ucapnya.

Gus Choi menjabarkan, kader restoratif itu adalah seseorang yang akan bekerja secara kolektif dan selalu punya pandangan untuk memperbaiki. Yang selalu punya pandangan untuk membangun.

"Yang selalu punya pandangan untuk mempersatukan. Selalu pandangan membawa optimisme, kader yang selalu memberikan pencerahan. Yang selalu berbagi energi positif kepada masyarakat. Yang terus mengajak masyarakat untuk berbuat baik. aBerikutnya kader yang selalu menggali nilai-nilai lama yang baik yang hilang itu harus diangkat kembali warisan-warisan lama. Yang hilang itu harus diangkat, harus ditampilkan kembali karena itu warisan budaya yang baik," tuturnya.

Gus Choi menuturkan, di ABN kader-kader muda diberikan pendidikan sekolah kader secara khusus selama empat bulan. "Ketika saya jadi ketua DPW Jawa Timur saya telah melakukan 48 kali sekolah kader. Di tempat lain, saat itu belum ada. Nah diskusi bagaimana kita punya kader karena partai itu memang membutuhkan kader, kemudian lahirlah ABN. ABN itu sebetulnya adalah lembaga untuk menciptakan kader NasDem," katanya.

Apalagi, kata dia, Ketua Umum NasDem Surya Paloh kerap mengundang kader muda secara perorangan untuk diberikan motivasi.

"(Bupati Sampang) Slamet Junaidi adalah orang enggak pernah berpartai tetapi digembleng terus-terusan. Pendidikan NasDem itu juga ada yang informal. Pak Surya sering mengundang perorangan untuk memotivasi, terus digembleng begini begitu, hingga akhirnya jadi dia," kata Gus Choi.

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut di kesempatan berbeda menilai parpol harus mulai berbenah dengan melakukan kaderisasi kepada kader-kader muda. Sehingga bisa menciptakan calon pemimpin masa depan yang berkualitas.

"Memberikan kesempatan kepada anak-anak muda daripada sibuk mempertahankan status quo," katanya.

Gus Yaqut menambahkan, calon pemimpin masa depan harus mempunyai visi untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, terhormat dan disegani. Kedua, memiliki cita-cita besar.

"Orang yang bercita-cita besar pasti berjiwa besar. Ini ditunjukkan dengan tidak pengecut dan berani korbankan apapun demi cita-cita besar itu. Tidak serakah. Tidak menjual cita-cita besar dengan harga apapun," tuturnya.

Selain itu, tidak mudah sakit hati dan tersinggung serta mampu menahan amarah. Kemudian mampu memaafkan.

"Berjuang bukan untuk diri kita sendiri tetapi untuk kepentingan negara dan peradaban manusia," tutupnya. (A-1)

BERITA TERKAIT