Pelat Ganjil-Genap Jadi Pertimbangan Saat Beli Mobil


Penulis: Ahmad Garuda - 31 January 2019, 16:34 WIB
dok.medcom
 dok.medcom

PEMBERLAKUAN regulasi lalu lintas tentang pelat nomor ganjil di jadi masalah baru. Terutama bagi yang ingin menggunakan mobilnya untuk mobilitas sehari-hari di jalur protokol Kota Jakarta.
 
Tuntutan itu pula yang membuat pola pembelian mobil terutama yang bekas, mulai terpengaruh. Mengingat banyak dari mereka yang membeli mobil bekas untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari, tak lagi didasarkan terhadap model semata, juga berdasarkan angka terakhir pelat nomornya.
 
Hal itu diakui oleh Director of Marketing & CTX OLX Indonesia Agung Iskandar yang menambahkan bahwa saat ini orang ingin membeli mobil bekas, mulai lebih tajam lagi kriterianya.

Baca juga: Palembang Rencananya Ikut Terapkan Ganjil-Genap

"Kriteria itu lahir karena adanya regulasi ganjil genap di jalur-jalur protokol itu. Nah bagi mereka yang menggunakan mobil dengan pelat nomor genap, biasanya akan membeli mobil yang pelat nomornya ganjil. Begitu juga sebaliknya, karena mobil sudah jadi kebutuhan untuk mobilitas," klaim Agung.
 
Peningkatan penjualan berdasarkan permintaan itu pun cukup signifikan sejak regulasi ganjil genap diberlakukan. Bahkan Agung menambahkan bahwa ada juga konsumen yang dulunya cukup dalam melihat spesifikasi mobil yang ingin dibeli, kini justru yang paling utama dilihat adalah pelat nomornya.
 
"Adanya pergeseran juga disebabkan oleh pengetatan permintaan pelat nomor untuk kendaraan baru. Sehingga mereka yang opsinya memilih membeli mobil baru dan meminta pelat nomor yang ganjil atau genap, tak lagi bisa dilakukan. Jadi satu-satunya cara adalah membeli mobil bekas, yang memang sudah ada pelat nomornya."
 
Agung menegaskan bahwa ini adalah kebutuhan yang mulai menggeser kriteria atau persyaratan untuk membeli sebuah mobil. Namun untuk mengatakan bahwa mobil dengan pelat nomor ganjil lebih laku dari pada mobil berpelat nomor genap tidak bisa diamini. (Medcom/OL-7)

BERITA TERKAIT