18 January 2019, 20:02 WIB

Polisi: Saksi Kesulitan Mengingat Wajah Pelaku Kediaman Petinggi KPK


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

MI/Bary Fathahilah
 MI/Bary Fathahilah

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan butuh kesabaran tim ahli pembuat sketsa wajah untuk menggambarkan kembali pelaku teror. Pasalnya, saksi yang sempat melihat pelaku masih ragu-ragu mengingat secara detail dan pasti.

"Itu yang laki (saksi) ragu-ragu lagi itu. Ya kita menguatkan mental si laki-laki ini, memberikan jaminan keamanan kepada yang bersangkutan," kata Dedi, di Mabes Polri, Jumat (18/1).

Baca juga: 27 Januari, PBB Tentukan Arah Dukungan Pilpres 2019

Dia menjelaskan, kepolisian tengah membuat sketsa wajah pelaku teror di kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi. Selain itu, juga mendalami rekaman kamera CCTV dan sekitar lingkungan rumah Laode M Syarif yang dilempari bom molotov, Rabu (9/1).

"Jadi anggota INAFIS sampai tidur-tidur di warungnya. Siapa tau pas bangun tidur inget lagi. Pak seperti ini, eh berubah lagi," sebut Dedi menyampaikan kesulitan anggotanya.

Dedi tak memungkiri, saksi masih harus mengingat-ingat wajah seseorang yang sudah satu minggu lamanya. Ini butuh kesabaran dari ahli sketsa bisa menggambarkan kembali sesuai keterangan saksi tersebut. "Ketika diminta konfirmasi raut wajah yang dibuat, mogok nggak mau. Yaudah sabar lagi. Anggota inafis sampai di warung sana terus," lanjutnya.

Sebelumnya, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah menjelaskan pihaknya mengalami kesulitan dalam menganalisa Closed Circuit Television (CCTV) terkait teror bom yang terjadi di kediaman petinggi KPK Agus Raharjo dan Laode M Syarif. Pasalnya, tangkapan kamera rendah dan tidak terbaca jelas.

"Karena memang kondisinnya gelap kemudian untuk kameranya itu kemampuan rekaman untuk menangkap gambar itu perlu dianalisa kembali. Itu agak kesulitan," kata Dedi.

Baca juga: Bebaskan Ba'asyir, Ma'ruf Amin: Sisi Kemanusiaan Jokowi Luar Biasa

Meskipun demikian, pihaknya akan melakukan pengambilan dan pengabungan seluruh rekaman yang telah disita tim penyidik dari kediaman petinggi KPK, lanjutnya, akan dicocokkan setiap tangkapan CCTV tersebut.

"Akan disingkronkan dengan CCTV yang lain. Karena kemampuan kamera untuk menangkap itu boleh dikatakan tidak sebagus dengan harapan kita," sebutnya.

Dedi meminta masyarakat bersabar dan mempercayakan kepada pihak kepolisian yang masih melakukan pendalaman dan penyidikan guna mengungkap pelaku teror tersebut. (OL-6)

BERITA TERKAIT