Menag: Oknum Pungli KUA Lombok Bisa Disanksi Berat


Penulis: Antara - 17 January 2019, 21:55 WIB
MI/BAYU ANGGORO
 MI/BAYU ANGGORO

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan LBR, oknum pelaku pungutan liar Kantor Urusan Agama (KUA) di Lombok Barat, NTB bisa mendapat sanksi berat jika terbukti melakukan kesalahan.

"Saya minta ketika yang bersangkutan jelas terbukti bersalah secara hukum, maka yang bersangkutan haruslah mendapatkan sanksi yang seberat-beratnya sesuai dengan hukum dan ketentuan berlaku," kata dia di Jakarta, Kamis mengomentari oknum KUA yang memungut dana bantuan masjid pascagempa.

Lukman mengatakan peristiwa itu mencoreng nama Kemenag. Dia juga menyatakan dukungan terhadap pengusutan hingga tuntas kasus itu oleh kepolisian.

Menurut dia, kasus di NTB itu harus menjadi pelajaran bagi aparatur sipil negara di jajaran Kemenag agar tidak melakukan perbuatan tidak terpuji dan melawan hukum.

Dia mendukung agar aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Sebelumnya, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Mataram melalui operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum ASN Kemenag Lombok Barat pada Selasa (15/1) pagi di kawasan Gunung Sari.

LBR dicokok usai menerima uang Rp10 juta dari pengurus Masjid Baiturrahman Gunung Sari. Dia ditangkap bersama dengan barang bukti berupa uang dalam amplop.

Pengusutan kasus itu bermula lambannya pembangunan 58 masjid pascagempa di daerah setempat. LBR diduga meminta jatah 10 persen kepada pengurus untuk memuluskan bantuan masjid terdampak gempa. (OL-4)

BERITA TERKAIT