16 January 2019, 18:18 WIB

Manado Segera Ubah Sistem Pengelolaan Sampah


Sri Utami | Humaniora

PENGELOLAAN lingkungan bersih tidak lagi menggunakan sistem open dumping dinilai menjadi syarat yang cukup berat untuk bisa meraih penghargaan Piala Adipura. Kota Manado, Sulawesi Utara, gagal mendapatkan piala kebersihan tersebut lantaran masih menggunakan sistem open dumping dalam pengelolaannya.

"Iya kami masih memakai open dumping. Syarat yang sekarang diberlakukan tidak boleh lagi memakai sistem itu. Harus diubah jadi sistem sanitary landfill," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Sulawesi Utara, Sonny A Rompas, saat dihubungi, Rabu (16/1).

Sonny yang baru tiga hari menjabat sebagai kepala dinas ini juga mengungkapkan pemerintah kota sudah menyiapkan perubahan sistem pengelolaan sampah sejak lima tahun lalu. Namun rencana tersebut dialihkan karena Manado terkena bencana banjir besar.

"Sebenarnya rencana itu sudah dilakukan lima tahun lalu tapi pada 2014 kami kena musibah banjir jadi ditunda dulu. Rencananya, tahun ini sudah berjalan," ungkapnya.

Baca juga: Penghargaan Adipura Disambut Suka Cita Masyarakat Kalsel

Tempat pembungan akhir Sumompo, sambungnya, sudah seharusnya diubah menjadi sistem pemusnahan sesuai intruksi pemerintah pusat. Namun pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran khusus untuk perubahan tersebut.

"Rencananya tahun ini menggunakan anggaran APBD 2019, tapi sebenarnya Manado sekarang lebih bersih dibandingkan 2013 atau sebeumnya yang justru kami mendapat Adipura. Cuma open dumping itu saja yang kami belum perbaiki," cetusnya.

Sonny menambahkan pengelolaan sampah sudah dilakukan secara mandiri di setiap kecamatan di Manado.(OL-5)

BERITA TERKAIT