Wapres Minta Alumni Tak Terlalu Jauh Bawa Nama Kampus


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 14 January 2019, 21:32 WIB
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
 ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengharapkan agar pada tahun politik seperti sekarang ini pihak perguruan tinggi dapat memposisikan diri pada posisi netral.

Wapres pun menilai adanya deklarasi yang dilakukan oleh para alumni dari perguruan tinggi sebagai suatu hal yang wajar. Namun ia menyarankan agar pihak yang mendeklarasi tidak membawa nama perguruan tinggi terlalu jauh, sebab dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan.

"Kemarin (para alumni) UI dan kampus lain bikin pertemuan mendukung calon nomor satu. Sebelumnya ada yang dukung nomor dua, jadi (kalau) alumni itu (sebenarnya) bebas saja karena itu hak konstitusi masing-masing. Tapi mestinya (para alumni) tak harus terlalu jauh mengatasnamakan Universitas, agar Universitas itu tetap berdiri independen," tutur Jusuf Kalla di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (14/1).

"Dari sisi politik, alumni itu tak boleh satu tingkat di atas arisan saya bilang. Apabila terlalu jauh pasti alumni itu terbelah. Jadi kita harus bicara hal yang tentu independen, normatif tapi tidak berbicara tentang hal yang bisa memecah, bahwa ada gerakan di bawah itu wajar saja," lanjut Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan berbeda Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) Arief Budhy Hardono menjelaskan organisasinya tetap netral dan tidak memihak.

"ILUNI UI secara tegas menyatakan sebagai organisasi alumni, ILUNI UI tetap menjaga independensi dan tidak berpolitik praktis," tutur Arief.

Baca juga : Koalisi Perempuan Indonesia Minta Debat Pilpres Angkat Isu Perempuan

Meski pada sisi yang lain ILUNI juga tetap mendukung semua alumni UI yang berkarya di berbagai partai politik maupun caleg, timses maupun relawan dalam memeriahkan pesta demokrasi guna memberikan manfaat sebesar besarnya bagi Indonesia.

Arief juga menyampaikan ILUNI UI mendukung alumni UI untuk mendeklarasikan dukungan pada semua kontestan sebagai hak pribadi dan hak politik masing-masing alumni selama dilakukan sesuai statuta UI dan aturan perundangan yang berlaku.

Termasuk tidak mengatasnamakan ILUNI UI sebagai organisasi ikatan alumni, tidak membawa logo (Makara UI) dan jaket almamater dalam kegiatan tersebut.

Sebelumnya pada November-Desember 2018, ILUNI UI telah mengadakan sejumlah kegiatan terkait dengan kepemiluan. Yakni sosialisasi program ILUNI UI untuk Pemilu damai dan kawal Pemilu untuk Demokrasi, komitmen Pemilu damai dari alumni UI yang mewakili Partainya masing masing dengan menyebarkan video interview dengan tokoh-tokoh alumni UI, serta Mengadakan FGD atas isu-isu aktual sekitar pemilu termasuk isu soal kotak suara Kardus dan E KTP untuk Pemilu. (OL-8)

BERITA TERKAIT