Pengembangan Kendaraan Listrik Libatkan Swasta


Penulis: Rudy Polycarpus - 15 January 2019, 01:45 WIB
MI/Susanto
 MI/Susanto

PEMERINTAH berencana mengembangkan kendaraan listrik. Presiden Joko Widodo pun meminta kementerian terkait untuk menyelesaikan peraturan sehingga Indonesia dapat memimpin sebagai pemain utama kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta perencanaan dan pengembangan kendaraan bermotor listrik dilakukan secara terpadu antara kementerian dan lembaga.

“Tentu saja ­jangan melupakan, melibatkan swasta, dari sisi risetnya, inovasinya, anggarannya sampai dengan penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan,” ujar Presiden dalam sambutannya saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/1).

Selain itu, Presiden menilai pengembangan kendaraan bermotor listrik dapat dijadikan momentum ­penyiapan sumber daya manusia (SDM) negeri ini dalam menguasai teknologi terkini. Pengembangan kendaraan yang menggunakan baterai sebagai daya itu, kata Presiden, bisa menambah dampak ganda melalui penggunaan kandungan komponen dalam negeri.

Kementerian Perindustrian menegaskan sektor industri kecil dan menengah (IKM) berpeluang memproduksi komponen kendaraan listrik yang tengah dikembangkan di Indonesia.

“Kami justru dorong IKM komponen nasional yang menguasai suku cadang kendaraan listrik meskipun memang tidak mudah,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin Ngakan Timur Antara.

Menurut dia, IKM komponen kendaraan konvensional akan berdampingan dengan IKM komponen kendaraan listrik pada masa transisi. Situasi itu bisa dijadikan peluang untuk IKM kendaraan konvensional bersiap memproduksi suku cadang kendaraan listrik.

“Memang jumlah komponen pada kendaraan listrik lebih sedikit. Tapi nanti, ini sama-sama hidup berdampingan. Ada masa transisi yang cukup lama, tidak serta-merta tergantikan,” ungkapnya.

Energi terbarukan
Ngakan menambahkan, Indonesia bertekad mengembangkan kendaraan listrik di dalam negeri yang bertujuan memenuhi komitmen dalam mengurangi efek gas rumah kaca, menekan impor bahan bakar minyak, dan beralih menggunakan energi baru terbarukan. Penggunaan kendaraan motor listrik diyakini dapat menghemat sekitar Rp798 triliun dari impor bahan bakar minyak.

Menurut Ngakan, ­nantinya akan mulai dikembangkan suku cadang pendukung hingga sarana dan prasarananya. Ia mengatakan industri otomotif di Indonesia akan meningkatkan peluang itu. “Bukan siap dan tidak siap, tapi bagaimana mereka melihat peluang bisnisnya, ekosistemnya di Indonesia.”

Sejauh ini, Indonesia telah memproduksi kendaran bermotor listrik dalam negeri, antara lain sepeda motor Gesits. Pada November 2018, Presiden mencoba Gesits di lingkungan istana Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir menjelaskan produksi pertama sepeda motor listrik yang dirancang mahasiswa-mahasiswi Institut Teknologi Surabaya (ITS) itu sebanyak 5.000 unit. (Ant/E-2)

BERITA TERKAIT