Koalisi Perempuan Indonesia Minta Debat Pilpres Angkat Isu Perempuan


Penulis: Insi Nantika Jelita - 14 January 2019, 20:30 WIB
MI/ADAM DP
 MI/ADAM DP

DEBAT perdana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 belum secara spesifik mengikutsertakan isu perempuan. Sekretaris Jendral Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartika Sari menuturkan pihaknya telah menemui Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman agar isu tersebut dapat disisipkan.

"Kami lihat di antara tema-tema itu tidak satu pun tema khusus perempuan maka kami meminta agar di semua tema ada isu perempuan seperti juga anak, lansia, disabilitas. Sehingga debat itu mencerminkan pembahasan yang inklusif," ungkap Dian di Gedung KPU, Jakarta, Senin (14/1).

Dian mengakui kecil kemungkinan bagi KPU memasukkan isu perempuan saat debat pertama lantaran pertanyaan debat sudah disampaikan kepada masing-masing paslon. Oleh karena itu, pihaknya pun berharap kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan inisiatif. Debat perdana mengangkat tema hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme.

"Kami sudah mendapat masukan dari Pak Arief bahwa pertanyaan untuk debat tanggal 17 Januari nanti sudah disampaikan ke paslon. Kami akan coba meminta dan mengusulkan kepada masing-masing calon presiden untuk membahas atau saling menanyakan isu perempuan di dalam tema yang besok akan dibahas," ujar Dian.

Ia menilai bahwa isu perempuan dan anak merupakan bagian dari isu HAM. Sudah seharusnya ada pertanyaan dalam debat yang menyangkut pemenuhan hak-hak perempuan.

"Tentu penyelesaiannya tidak bisa semata-mata melalui pendekatan keamanan saja, tetapi pendekatan keamanan kemanusiaan dan ketahanan keluarga harus jadi bagian penting dari penanganan isu tersebut. Nantinya kami juga minta untuk bertemu dengan para panelis, kita akan sampaikan ada isu penting yang harus dibahas yang berkaitan dengan perempuan," papar Dian.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah, mengatakan pada prinsipnya sudah ada 140 organisasi jaringan perempuan tingkat nasional yang menyiapkan lima pertanyaan besar untuk tema debat mengenai isu perempuan.

"Karena perempuan tidak termasuk di satu tema pun, kami mendorong panelis dan KPU untuk menjadikan perempuan sebagai perspektif utama dalam seluruh tema yang diangkat dalam debat pilpres," tandasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT