Rencana Unjuk Rasa Berujung Dukungan untuk Jokowi


Penulis: Rudy Polycarpus - 14 January 2019, 19:35 WIB
 ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/
  ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/

PADA awalnya, ribuan perangkat desa dari pelbagai penjuru Tanah Air hendak menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta. Namun, rencana tersebut urung terlaksana lantaran Presiden Joko Widodo mendadak menghadiri Silaturahmi Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPID) di Istora Senayan, Jakarta, Senin (14/1).

Kehadiran Presiden sontak membuat riuh ribuan perangkat desa. Mereka meneriakkan,"Jokowi, Jokowi, Jokowi!"

Mereka yang berada dekat dengan Jokowi juga berebut untuk bisa berjabat tangan orang nomor satu di Indonesia itu.  Lainnya yang tidak bisa mendekat ke Jokowi, sibuk mengangkat gawai untuk mengabadikan momen tersebut.

Antusiasme massa semakin membuncah kala dalam pidatonya, Presiden berjanji akan merampungkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Salah satu poin yang ditambahkan dalam perubahan PP 47/2015 adalah pemberian pendapatan tetap setara aparatur sipil negara (ASN) golongan IIA untuk seluruh perangkat desa.

"Kami putuskan penghasilan tetap para perangkat desa segera disetarakan dengan (ASN) golongan II A. Paling lama dua minggu setelah hari ini (rampung)," ujar Jokowi disambut tepuk tangan para perangkat desa yang hadir.

Perbaikan kesejahteraan perangkat desa dengan pemberian pendapatan tetap setara ASN golongan IIA itu selaras dengan yang dituntut oleh para perangkat desa. Tidak hanya itu, para perangkat desa juga akan diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Karenan tuntutan mereka sudah dikabulkan, Presiden meminta mereka mengurungkan niat menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka.

"Acara pagi ini memang dadakan. Sudah selesai dibicarakan Menkeu, Mendagri, Menpan. Saya sampaikan, enggak usah demo depan Istana, ini musim hujan," tandas Presiden.

Ketua Umum PPDI Mujito berharap berharap, janji itu betul-betul direalisasikan dua pekan mendatang. Dengan demikian, penghasilan tetap untuk seluruh perangkat desa sudah bisa dicairkan di Februari 2019. (A-2)

BERITA TERKAIT