Dampak Supermoon, Nias Waspadai Potensi Banjir Rob


Penulis: Yoseph Pencawan - 14 January 2019, 19:15 WIB
ANTARA FOTO/Aji Styawan
 ANTARA FOTO/Aji Styawan

STASIUN BMKG Binaka Gunungsitoli mengimbau masyarakat Kepulauan Nias, Sumatra Utara, yang bermukim di pesisir pantai agar mewaspadai kemungkinan terjadinya genangan air akibat pasang air laut atau kerap disebut banjir rob.

Kepala Stasiun BMKG Binaka Gunungsitoli, Budi Iman Samiaji, menjelaskan dalam kalender astronomi pada 21 Januari 2019 akan terjadi bulan penuh/full moon dan di beberapa belahan bumi terjadi peristiwa supermoon.

"Pada peristiwa full moon atau supermoon ini, bulan berada pada titik paling dekat dengan bumi atau perigee," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima Media, Senin (14/1).

Fenomena full moon atau supermoon ini, lanjut dia, mempengaruhi pasang air laut akibat gaya gravitasi bulan dan bumi. Akibatnya, terjadi kenaikan permukaan air laut beberapa sentimeter dari kondisi normal.

Sebagai daerah kepulauan, kondisi itu juga berpotensi menaikkan permukaan air laut di perairan Nias beberapa sentimeter. Apalagi jika pada fase full moon/supermoon diikuti dengan terjadinya hujan lebat, maka berpotensi terjadi banjir rob.

"Daerah yang perlu diwaspadai jika terjadi banjir rob adalah daerah yang berjarak beberapa meter dari bibir pantai," ujarnya.

Baca Juga: Sehari Setelah Gerhana Supermoon, Nelayan Paceklik Ikan

Namun dia memastikan banjir rob tidak akan meluas jauh ke daratan. Kondisi tersebut hanya akan terjadi di daerah dekat bibir pantai berupa genangan air.

Karena itu, dia meminta masyarakat Nias untuk tetap tenang, tidak panik serta tidak termakan informasi yang mendramatisir seolah-olah pasang air laut dan banjir rob sama dengan tsunami.

Budi menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan imbauan mengungsi dan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait lain untuk memberikan informasi yang benar secara keilmuan.

"Banjir rob hanya bersifat genangan air, tidak sama dengan banjir bandang. Banjir rob tidak sama dengan tsunami dan tidak bersifat merusak secara massal," tukasnya.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT