Tembus Satu Juta Penonton, Ide Sekuel Film Keluarga Cemara Dijajaki


Penulis: Fathurrozak - 14 January 2019, 17:56 WIB
 ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj
  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj

Setelah 10 hari tayang di bioskop nasional, film Keluarga Cemara garapan sutradara muda Yandi Laurens berhasil menembus angka satu juta penonton. Capaian itu sekaligus menjadikan Keluarga Cemara sebagai film Indonesia pertama pada tahun 2019 yang tembus angka tersebut.

Kabarnya, Visinema selaku rumah produksi tengah menggodok ide untuk sekuel. Hal itu diungkapkan produser film Keluarga Cemara Anggia Kharisma. Berdasar penuturannya, timnya tengah menggodok ide untuk melanjutkan Keluarga Cemara menjadi sekuel dan produk karya lain.

"Ide bikin sekuel dan ide lain akan digodol di dalam Visinema. Tunggu di 2020. Di luar ide sekuel, kita juga akan menggodok ide untuk melanjutkan perjalanan kita. Masih banyak pekerjaan, tahun ini Visinema memproduksi 7 film lain, selain Keluarga Cemara, termasuk salah satunya, Terlalu Tampan," ungkap istri sutradara Angga Dwimas Sasongko ini di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin, (14/1).

Keluarga Cemara sekaligus menjadi penanda satu dekade perjalanan rumah produksi Visinema yang dibangun pasangan Angga Sasongko dan Anggia Kharisma. Pembuatan film ini, yang awalnya ditujukan untuk sang anak, menurut Anggi bernilai personal.

Penulis skenario sekaligus Produser Gina S. Noer juga mengungkapkan dampak yang diciptakan dari film adaptasi sinetron legendaris ini. Menurut Gina, banyak yang telah menonton kemudian menghubungi para pemain maupun kreator di balik layar untuk berterima kasih.

"Impaknya luar biasa, para cast banyak dapet direct message (dm) di Instagram. Efek power of movie ini membuat keluarga bersatu kembali. Ini jauh lebih berharga dibanding angka satu juta penonton, karena akhirnya kita menjadi manusia yang bisa mencintai keluarga lebih baik," ungkap Gina.

Senada dengan Gina, sutradara Yandi Laurens yang melakukan debut penyutradaan film panjang perdananya pada Keluarga Cemara ini juga mengungkapkan, di balik angka satu juta penonton, terdapat satu juta orang yang kembali terhubung dengan keluarga mereka.

"Di balik angka satu juta, ada satu juta orang yang mengalami ketersambungan hubungan kembali dengan keluarga, yang mungkin terlupakan, menjadi terikat kembali." (M-2)

BACA JUGA: Tentang Hal Paling Berharga

BERITA TERKAIT