Selenggarakan Debat Capres secara Adil


Penulis: Golda Eksa - 13 January 2019, 09:45 WIB
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

KOMISI Pemilihan Umum diharapkan mampu memitigasi munculnya berita bohong (hoaks) jelang debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari mendatang.  

Demikian dikatakan mantan komisioner KPU Sigit Pamungkas di sela-sela diskusi Jelang Debat Siapa Hebat, di Jakarta, kemarin.

Diskusi itu juga menghadirkan peneliti komunikasi politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Priyo Budi Santoso, Direktur Relawan TKN Jokowi-Amin Maman Imanulhaq, dan Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane.

Sigit berharap debat perdana antara paslon nomor urut 01 dan 02 berlangsung fair, khususnya terkait dengan penayangan di televisi. “Karena ini, kan, masalah penayangan di televisi itu menyangkut sudut pandang, suara, apakah terdengar atau tidak. Jangan nanti ada stigma bahwa pasangan tertentu diberi ruang yang lebih banyak di publik ketimbang pasangan lainnya,” ujar Sigit.

Gun Gun menambahkan, dalam pelaksanaan debat setiap kandidat harus memperhatikan dua poin penting, yaitu koherensi dan kebenaran.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal mengevaluasi pelaksanaan debat perdana Pilpres 2019.

Termasuk yang berkaitan dengan penggunaan kisi-kisi pertanyaan debat yang sempat menuai polemik di masyarakat.

“Jika ada kekurangan dalam debat pertama, akan kita perbaiki bersama konsepnya untuk debat kedua. Jika ada yang baik kita gunakan lagi,” kata Komisioner KPU, Wahyu Se­tiawan, saat dihubungi, kemarin.

Wahyu mengatakan evaluasi debat perdana bakal melibatkan berbagai pihak seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan masyarakat. KPU mengajak semua pihak untuk bersama-sama memformulasikan format debat agar semakin baik. (Gol/MTVN/P-3)

BERITA TERKAIT