Operasi Pasar Harian Diharapkan Tekan Inflasi di Jabar


Penulis: Antara - 12 January 2019, 10:40 WIB
Wikipedia
 Wikipedia

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa membeberkan sejumlah strategi yang dilakukan untuk menekan inflasi. Salah satunya bersama Bulog melakukan operasi pasar secara harian.

"Jadi rata-rata 10 truk, kurang lebih seribu ton digelontorkan ke masyarakat. Langkah berikutnya adalah dengan mendorong badan usaha milik daerah sebagai penyangga permodalan bagi para petani," kata Iwa di Bandung, Sabtu (12/1).

Iwa mengatakan menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), inflasi di Jawa Barat mencapai 3.54%

Baca Juga: Gubernur BI Optimistis Inflasi di Januari 2019 Terkendali

Dia mengatakan jika inflasi tidak terkendali akan berdampak pada penurunan daya beli masyatakat, penurunan investasi, berkurangnya daya saing, peningkatan kemiskinan dan pengangguran. "Sehingga akhirnya akan menurunkan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM," katanya.

Strategi lainnya, kata dia, ada saran agar pada tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan Jabar melakukan evaluasi batas atas terkait sumbangan dari orangtua murid, baik swasta maupun negeri. "Agar dananya terkendali, karena dana ini merupakan salah satu penyumbang inflasi yang cukup tinggi," katanya.

Lebih lanjut Iwa mengatakan Pemprov Jabar juga akan mencoba menaikan produksi telor ayam dan daging ayam ras melalui digital farming dan penguatan pusat distribusi.

"Makanya, pada tahun ini kita akan ada pasar induk dukungan dari pemerintah pusat. Kita kan belum punya pasar induk seperti Jakarta. Lalu, mengenai biaya transportasi agar Dinas Perhubungan dorong kelancaran distribusi barang. Urusan gas dan bahan bakar ke DInas ESDM dan koordinasi ke Pertamina,” pungkas Iwa. (OL-7)

BERITA TERKAIT