Jateng dan Jatim Mutlak Milik Jokowi-Amin


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 12 January 2019, 09:45 WIB
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta

ANALIS Politik Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, memperkirakan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin menang mutlak di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam Pilpres 2019.

"Jateng dan Jatim itu saya kira sudah hampir mutlak punya Pak Jokowi," kata Hasanuddin di Jakarta, kemarin.  

Meskipun pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno melakukan ekspansi markas pemenangan ke wilayah itu, pengaruhnya hanya akan sedikit.  

Menurut dia, PDIP selaku partai pengusung Jokowi-Amin memiliki tradisi sangat kuat di dua wilayah itu, terutama di pelosok Jawa Tengah.

Upaya penetrasi yang dilakukan Prabowo-Sandiaga dengan mendirikan markas di sana hanya akan mengurangi suara Jokowi-Amin.

"Upaya penetrasi di sana hanya akan mengurangi, tapi tidak akan bisa unggul di daerah tersebut," tegas dia.  

Berdasarkan survei teranyar Alvara, secara umum elektabilitas pasangan Jokowi-Amin unggul di Pulau Jawa jika dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Di Jawa, elektabilitas Jokowi-Amin 59,9%, sedangkan Prabowo-Sandi 27,5%. Elektabilitas di sana relatif stabil," jelasnya.

Secara nasional, elektabilitas capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,3%, sedangkan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga 35,1%.

Survei digelar pada 11-24 Desember 2018 dengan melibatkan 1.200 responden,

Bangunkan banteng
Politikus PDIP, Ganjar Pranowo menanggapi santai keberadaan markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di dekat rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah, yang diresmikan, kemarin.

Ia menganggap pendirian posko merupakan ikhtiar kubu sebelah dalam upaya merebut suara di Jawa Tengah.

"Segala ikhtiar tentu kita hormati, ya buat kita PDIP, banteng-bantengnya jadi bangun dari tidur dan tanduknya keluar," kata Gubernur Jawa Tengah itu kepada wartawan, di Kemayoran, Jakarta, kemarin.

Pun demikian, Ganjar menyebut, ikhtiar Prabowo-Sandi untuk merebut suara di Jateng, justru menambah solid kader PDIP dengan kehadiran posko tersebut.

Sebagai kandang banteng, julukan basis massa PDIP, Ganjar mengaku tak pernah khawatir dengan hal tersebut.

"Sudah saya sampaikan dulu tidak ada yang ikhlas rumah kita diambil orang," kata Ganjar.

Seusai memutuskan memindahkan markas BPN ke Jawa Tengah, tim Prabowo-Sandiaga mendirikan sebuah posko yang berjarak cukup dekat dengan kediaman pribadi Jokowi di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Sumber.

Jarak antara posko di sebuah ruko tiga lantai itu dengan kediaman Jokowi hanya sekitar 450 meter.

Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, sebelumnya mengatakan langkah awal pemindahan markas akan dilakukan mulai Januari 2019.

Pada Pilpres 2014, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa kalah telak di Jawa Tengah dengan memperoleh 6.485.720 suara atau 33,35%, jauh di bawah perolehan Jokowi-Jusuf Kalla yang mendapat 12.959.540 suara atau 66,65%. (Mal/P-3)

BERITA TERKAIT