Keenam Tersangka Diduga saling Terkait


Penulis: MI - 12 January 2019, 08:30 WIB
Medcom.id
 Medcom.id

UNTUK mengungkap aktor di balik hoaks tujuh kontainer kertas suara tercoblos di media sosial, polisi menyelisik keterkaitan enam tersangka satu sama lain.

“Keenam pelaku mengaku ber­aksi sendiri-sendiri, tidak mengenal satu sama lain. Mereka juga mengaku tidak diarahkan oleh pihak lain dalam menyebarkan informasi hoaks itu. Namun, penyi­dik terus mendalami. Silakan mereka menyampaikan seperti itu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, kemarin.

Hingga kemarin, Polri telah menangkap enam tersangka, yakni HY dan LS pada Jumat (4/1), MIK di Cilegon pada Minggu (6/1), J dan B ditangkap, Senin (7/1), serta BBP ditangkap di Sragen, Senin (7/1).

“Kami terus mendalami tersangka BBP. Nanti kita padukan hasil penyelidikan dia untuk mengetahui hubungan di antara mereka,” lanjut Dedi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan pelaku dapat dikenai Pasal 28 ayat 2 jo 45a Ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi Elektronik dengan ancaman pidana paling lama enam tahun dan denda Rp1 miliar.

Tersangka juga dikenai Pasal 14 dan 15 UU 1/2006 tentang Penyebaran Berita Bohong dengan ancaman pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun.

Ketua Bawaslu Abhan ketika menanggapi tersangka kasus hoaks tujuh kontainer kertas suara tercoblos, yaitu BBP yang diduga Ketua Relawan Nasional Prabowo mengatakan pihaknya menyerahkan kepada polisi.

“Ini kan masih diusut kepolisian. Kami hormati. Kami do­rong agar polisi mengusut tuntas dugaan pelanggaran itu. Kalau ada unsur pidana pemilu kami koordinasikan dengan Sentra Gakumdu,” ujar Abhan, kemarin.

Komisioner KPU Hasyim Asy’ari pun mengatakan hal yang sama. “Jika ada orang-orang melakukan tindak pidana pemilu, itu sudah diatur dalam Undang-Undang Pemilu. Sejauh ini KPU menghormati kepolisian.” (Put/Ins/X-3)

BERITA TERKAIT