100 Hari, Kematian Khashoggi masih Misteri


Penulis: Denny Parsaulian Sinaga/I-2 - 12 January 2019, 07:30 WIB
Yasin AKGUL / AFP
 Yasin AKGUL / AFP

Seratus hari telah berlalu sejak Jamal Khashoggi, salah seorang wartawan terkenal di Timur Tengah dan kolumnis bagi The Washington Post, menemui ajal setelah dia memasuki gedung Konsulat Arab Saudi pada 2 Oktober 2018 lalu.

Peristiwa pembunuhan Khashoggi, hal yang terjadi sebelum dan setelah insiden itu, tetap mengundang perhatian masyarakat Turki dan internasional.

Keterangan mengenai kapan, di mana, dan bagaimana wartawan Arab Saudi tersebut menghadapi ajal memang sudah dijelaskan. Tapi, keberadaan jenazahnya masih diselimuti kegelapan.

Sejalan dengan penyelidikan yang dilakukan Kantor Jaksa Agung Istanbul, surat penangkapan telah dikeluarkan atas Ahmed Al-Asiri, mantan wakil kepala dinas intelijen, dan Saud Al-Qahtani, penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman.

Kantor Berita Anadolu seperti dipantau Kantor Berita Antara, kemarin, mengatakan tekanan juga datang dari Senat AS yang mengesahkan resolusi yang menetapkan Putra Mahkota Salman bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Di lain hal, Arab Saudi yang secara negatif menanggapi tuntutan Ankara terkait pengekstradisian sejumlah orang yang terlibat dalam pembunuhan tersebut, telah menjalankan proses hukum terhadap 11 orang yang dituduh memiliki peran dalam insiden itu.

Khashoggi diketahui pertama kali tiba di gedung konsulat pada 28 September 2018 sekitar pukul 11.50 waktu setempat untuk urusan prosedur pernikahan.

Dia kemudian diberi jadwal 2 Oktober, lalu rencana pembunuhan dilancarkan. Satu tim sebanyak tiga orang, terlebih dahulu telah tiba di Istanbul pada 1 Oktober sekitar pukul 16.30 dengan menumpang  pesawat komersial.

Mereka lalu memesan kamar hotel dan pergi ke konsulat. Sementara itu, satu tim lainnya melakukan kegiatan penelitian di Hutan Beograd dan di Kota Yalova.

Pada pukul 01.45, kelompok kedua yang terdiri atas tiga orang mendarat di Istanbul dengan naik pesawat komersial dan memesan kamar hotel. Tim ketiga yang terdiri atas sembilan orang, termasuk beberapa jenderal, tiba di Istanbul dengan naik jet pribadi dan juga memesan kamar hotel.

Kelompok yang berjumlah 15 orang itu, urai Anadolu, secara terpisah datang ke Konsulat Jenderal antara pukul 09.50 dan 11.00.  

Setelah kembali dari London di hari yang sama, Khashoggi dengan berjalan kaki memasuki gedung Konsulat Arab Saudi pada pukul 13.08. Tapi, setelah itu, tidak terdengar lagi kabar mengenai kolumnis The Washington Post tersebut.

Tunangannya, Hatice Cengiz, berupaya mencari tahu. Dia pun menghubungi Yasin Aktay, penasihat di Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang memerintah di Turki serta wartawan Turan Kislakci.

Singkat cerita, Kantor Jaksa Agung Istanbul pun melakukan penyelidikan mengenai dugaan bahwa Khashoggi ditahan di Konsulat Arab Saudi. Namun, hingga kini, kasus kematian Khashoggi masih menjadi misteri. (Denny Parsaulian Sinaga/I-2)

BERITA TERKAIT