Eks Bendahara Kornas Prabowo: Bagus Sosok yang Militan dan Berpengaruh


Penulis: Rahmatul Fajri - 11 January 2019, 21:26 WIB
Bagus Bawana Putra---Ist
 Bagus Bawana Putra---Ist

DIAN Istiqomah, 42, tidak menyangka rumahnya di Jalan Angkasa, Cipayung, Jakarta Timur didatangi para awak media. Dari Jumat (11/1) pagi hingga sore hari, awak media bergantian menemuinya untuk mengonfirmasi perihal alamat dari Koordinator Pusat Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo.

Ia membenarkan kediamannya tersebut sebagai sekretariat Kornas Prabowo, sebuah komunitas relawan Prabowo. Ia mengaku telah mendukung sebelum Prabowo mendeklarasikan diri maju sebagai capres. Akan tetapi, ia mengaku Kornas Prabowo memang tidak terdaftar di daftar relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Di Kornas Prabowo, ia menempati posisi bendahara. Namun, tak berlangsung lama, karena ia memutuskan untuk mundur dari Kornas Prabowo, karena ingin fokus terjun menjadi calon legislatif DPRD DKI Jakarta.

"Karena saya caleg dari PAN, ya. Setelah keluar daftar calon tetap, saya fokus di dapil saja. Gak ngurus Kornas lagi dan mundur," kata Dian.

Mengenai alamat Kornas yang masih tercatat sebagai kediamannya, ia mengatakan hal tersebut karena belum diperbaiki ke Kemenkumham. Sejak lama, Dian mengatakan sudah ada niat untuk segera mengurus perihal administrasi Kornas, tetapi terhalang waktu.

Sampai ketika beredarnya surat dari Kornas Prabowo soal status keanggotaan pelaku penyebar hoaks surat suara tercoblos, Bagus Bawana Putra, Dian tak menampik tentang keberadaan Bagus di komunitas relawan tersebut.

"Benar, Bagus itu dia wakil ketua, tapi 24 Juli diberhentikan. Mengenai penyebabnya saya tidak tahu," ungkap Dian.

Sambil tersenyum getir, Dian mengaku kenal dengan Bagus. Ia mengenal Bagus sebagai seorang yang militan di antara para relawan. Bagus juga terkenal di antara para militan dan cenderung didengar di kalangan relawan Prabowo.

"Makanya ketika kabar itu disebarkan, orang-orang di kalangan relawan percaya," kata Dian.

Ia pun menyayangkan perbuatan Bagus tersebut. Harusnya, kata Dian, sebagai orang yang dikenal di akar rumput relawan, ia harus kembali mengecek lebih lanjut sebelum menyebarkannya.

"Karena itu tadi, dia didengar. Kalau orang lain mungkin enggak didengar," kata Dian.

Sekarang Bagus telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Ia diduga menyebarkan hoaks surat suara tercoblos tersebut. Untuk itu, Dian meminta Bagus diproses secara hukum yang berlaku.

Ia mengatakan kasus hoaks tersebut sangat merugikan kubu Prabowo-Sandiaga. Kasus hoaks yang silih berganti ia rasa sangat menggerus suara Prabowo. Untuk itu, ia mencoba kembali menepis anggapan tersebut dengan ikut mendukung Pemilu tanpa hoaks.

"Karena satu orang yang bukan juga terdaftar sebagai relawan di BPN, tapi semuanya kena," kata Dian.

Selanjutnya, Dian mengatakan akan berkoordinasi dengan BPN untuk memberikan keterangan lebih lanjut agar kasus ini tidak melulu menyerang Prabowo.

"Kita nanti akan konferensi pers menjelaskan status Bagus dan Kornas Prabowo. Semoga menjadi jelas," kata Dian.

Sebelumnya, pada Rabu (9/1) kepolisian menangkap Bagus Bawana Putra. Ia diduga sebagai otak penyebar isu hoax 7 kontainer kertas suara tercoblos dari China beberapa waktu lalu. (OL-4)

BERITA TERKAIT