Hadapi Putusan Bawaslu, Anies: Pemilu Saat Ini Kurang Substantif


Penulis:  Putri Anisa Yuliani - 11 January 2019, 19:55 WIB
ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan
 ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menilai penyelidikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor terhadap dirinya terkait pose dua jarinya di Konferensi Nasional Partai Gerindra Desember 2018 lalu menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan lembaga tersebut tidak lagi substansial.

Bawaslu dinilai tidak fokus pada pengawasan hal-hal pokok dalam Pemilu tetapi hanya fokus pada hal-hal teknis.

"Saya mengapresiasi semua respons dari masyarakat dan kita semua berharap Pemilu lebih fokus pada hal-hal yang substantif, bukan hal-hal yang minor seperti ini. Hal yang lebih substantif karena ini menentukan arah perjalanan bangsa," terangnya saat ditemui di Balai Kota DKI, Jumat (11/1).

Anies mengatakan akan bersikap legawa dalam menghadapi putusan Bawaslu Kabupaten Bogor.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga menuturkan belum memikirkan perlawanan yang hendak dilakukan karena masih menunggu putusan keluar. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang menilai penyelidikan Bawaslu terhadap dirinya tidak adil. Ia menyerahkan penilaian tersebut kepada masyarakat.

"Ya lihat nanti putusannya biar mereka yang menyimpulkan," tandasnya.

Sebelumnya, Anies dipanggil oleh Bawaslu Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memberikan klarifikasi terkait pose mengacungkan dua jari saat hadir pada Konferensi Nasional Partai Gerindra pada Desember 2018 lalu di Sentul, Kabupaten Bogor.

Bawaslu Kabupaten Bogor menduga ada pelanggaran tindak pidana Pemilu karena Anies yang menjabat sebagai gubernur hadir serta berpose dua jari dalam acara itu dan diduga sengaja untuk memberikan dukungan pada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Anies dituduh melanggar Pasal 281 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Klarifikasi telah dilakukan pada 7 Januari silam di Gedung Bawaslu RI. Sementara rencananya putusan akan dikeluarkan Sabtu (12/1) esok. (OL-1)

BERITA TERKAIT