KPU: Timses Prabowo-Sandi Tidak Kompak, Ngomongnya gak Sinkron


Penulis: Insi Nantika Jelita - 11 January 2019, 19:01 WIB
MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI

BADAN Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menilai bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak membatasi perubahan visi-misi pasangan calon. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso dan Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzhar Simanjuntak.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Hasyim Asy'ari angkat bicara. Ia menilai bahwa yang dinyatakan oleh kubu BPN tidak sinkron.

"Dulu yang mendaftarkan siapa ya. Gini antara orang yang mendaftarkan dan berkomentar itu tidak sinkron. Lebih baik antar person dalam tim itu bicara koordinasi dulu deh, supaya gak beda pandangan dan pendapat," jelas Hasyim di Media Center KPU, Menteng, Jakarta, Jumat (11/1).

Ia kemudian menegaskan bahwa dalam menyerahkan visi-misi paslon dibatasi hingga masa kampanye pemilu dimulai, yaitu pada 23 September 2018. Dokumen visi misi merupakan salah satu yang diserahkan paslon saat mendaftarkan dirinya ke KPU, yaitu pada 10 Agustus 2018.

Kemudian oleh KPU dilakukan penetapan pasangan calon yang dinilai memenuhi syarat sebagai pasangan calon sudah ditentukan pada 20 September 2018.

"KPU mengambil kebijakan pada waktu itu, sekiranya pasangan calon ini kan waktunya mepet untuk merumuskan visi misi karena perlu mempelajari data, situasi. Sehingga KPU memberikan kesempatan kepada paslon capres cawapres untuk dapat memperbaiki atau merevisi visi misi sebelum masa kampanye,"terangnya.

Kemudian, kata Hasyim, paslon memulai kampanye dengan membawa visi misi yang sudah diserahkan ke KPU. Menurutnya menjadi masalah apabila ada peserta pemilu yang mengabaikan hal tersenut. Menurutnya dibutuhkan konsistensi dari paslon untuk tidak merubah visi misinya.

"Konstistensi itu menjadi penting. kalau kemudian berubah-ubah kan kemudian audiens atau pemilih menjadi menimbulkan pertanyaan, ini sebenarnya yang mana yang jadi bahan kampanye. Itu yang jadi persoalan,"tandas Hasyim. (OL-4)

BERITA TERKAIT