3 Bulan Kampanye, Elektabilitas Jokowi-Amin Masih Ungguli Prabowo-Sandiaga


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 11 January 2019, 19:01 WIB
MI/Bary Fathahilah
 MI/Bary Fathahilah

DALAM survei yang dilakukan oleh Alvara Research Center selama Desember 2018, elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mengalami banyak perubahan yang signifikan. Meski demikian, pemilih yang belum memutuskan (undecided voters) mengalami penurunan.

"Jika pilpres diadakan hari ini, elektabilitas pasangan Jokowi-Amin mendapatkan 54,3% sedangkan Prabowo-Sandiaga sebesar 35,1% dengan jumlah undecided voters 10,6%," tutur Hasanuddin Ali, Founder dan CEO Alvara Research Center dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (11/1).

Baca juga: Erick Thohir: Gonta-ganti Visi-Misi Bukti Ketidaksiapan

Hasanudin menambahkan, elektabilitas kedua pasangan tidak terlalu banyak berubah dari tiga kali survei yang pernah dilakukannya, yakni pada Juli, Oktober dan Desember. Adapun masa kampanye pemilu berlangsung mulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Ia menilai, pemilih dari masing masing kandidat sudah mengkristal atau solid, yakni 60% responden menyatakan tidak akan mengubah pilihannya.

Berdasarkan survei tersebut, Jokowi-Amin masih unggul hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia kecuali wilayah Sumatera. Untuk diwilayah Sumatera, Prabowo-Sandi unggul 49,8% dibanding Jokowi-Amin 41,3%. Sementara yang belum memutuskan 8,9%. Masing masing pasangan mengalami kenaikan dibanding hasil survey pada Oktober 2018 di Sumatera, dimana Prabowo-Sandi 44,6% dan Jokowi-Amin 40%, dan yang belum memutuskan 15,4%.

Sedangkan untuk di wilayah Jawa, pasangan Jokowi-Amin masih unggul jauh dengan 59,9% dibandingkan Prabowo Sandi yang mendapatkan 27,5%. Hasil ini relatif stabil dari survei Oktober, dimana Jokowi-Amin 59,1% dan Prabowo-Sandi 29,2%. Untuk di Jawa, sedikitnya 8,9% responden yang belum menentukan. Jumlah ini menurun dari sebelumnya, yakni sebesar 11,7%.

Di Sulawesi, Jokowi-Amin unggul 47,7% dibandingkan dengan Prabowo-Sandi 40,7% dan yang belum memutuskan 11,6%.  “Di Jawa dan Sulawesi, pemilih yang belum memutuskan lebih dari 10%. Hal ini menjadi kerja keras bagi timses masing-masing kandidat untuk mempertahankan dan dapat memperbesar angka elektabilitas,” tutur Hasanuddin.

Untuk diketahui, survei tersebut berlangsung pada 11-24 Desember 2018 dengan menggunakan multi stage random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara kepada 1.200 responden yang berusia 17 tahun ke atas. Sample diambil dari 34 provinsi dengan jumlah sample tiap provinsi proposional terhadap jumlah penduduknya. Survei ini memiliki rentang margin of error sebesar 2,88% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. (OL-6)

BERITA TERKAIT