Tanah Bergerak, Belasan Rumah dan Sekolah di Cianjur Terancam Longsor


Penulis: Benny Bastiandy - 11 January 2019, 18:50 WIB
ANTARA
 ANTARA

BELASAN bangunan rumah di Kampung Cibitung RT 02/RW 03, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berpotensi terancam longsor menyusul terjadinya pergerakan tanah, Kamis (10/1). Sebelummya di wilayah itu pernah diterjang pergerakan tanah sehingga hingga kini rekahannya diperkirakan mencapai panjang 100 meter.

Berdasarkan informasi dihimpun, pergerakan tanah yang mengancam sejumlah bangunan rumah termasuk satu bangunan sekolah dasar tersebut terjadi usai dalam sepekan terakhir wilayah Cidaun diguyur hujan deras. Akibatnya, retakan tanah sebelumnya yang terjadi akhir Desember 2018 lalu itu kian melebar. Kondisi itu bisa memicu terjadinya potensi tanah longsor.

"Retakannya menyambung ke retakan tanah yang sebelumnya terjadi. Sekarang retakannya diperkirakan mencapai 100 meter," kata Kapolsek Cidaun, AKP Falahudin, Jumat (11/1).

Dari belasan kepala keluarga yang mendiami bangunan rumah yang terancam, enam di antaranya sudah direlokasi. Bangunan rumah mereka pun sudah mulai dibongkar. Sisanya masih dalam proses.

"Dalam waktu dekat akan segera dibongkar. Penghuni enam rumah yang direlokasi terdiri dari 15 jiwa," tuturnya.

Biasanya saat siang warga yang sudah direlokasi mencari penghasilan di tempat asalnya. Menjelang malam apalagi jika turun hujan, mereka mengungsi.

"Ada satu rumah di dekat perbukitan yang didiami untuk tempat tinggal sementara," terangnya.

Saat ini yang dibutuhkan warga terdampak pergerakan tanah di antaranya terpal, natura, serta material bahan bangunan. Ia berharap kebutuhan itu bisa segera dipenuhi agar warga tak telantar.

"Semoga segera mungkin ada bantuan kebutuhan yang diperlukan," pungkasnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengaku sudah menindaklanjuti laporan terjadinya pergerakan tanah di lokasi. BPBD sudah mengirimkan tim untuk melakukan asesmen.

"Dari kemarin (Kamis) personel sudah berada di lokasi. Sampai sekarang masih berada di TKP," kata Sugeng.

Berdasarkan informasi, pergerakan tanah di Kampung Cibitung RT 02/03 terjadi pada Selasa (25/12/2018) lalu. Sebanyak 29 jiwa diungsikan ke tempat lebih aman karena rekahan tanah terus membesar.

Bukan kali ini saja terjadi pergerakan tanah di daerah itu. Pada 2014 silam pernah juga terjadi pergerakan tanah hingga menyebabkan longsor. (OL-1)

BERITA TERKAIT