BPN: Perubahan Visi Misi Hanya untuk Estetika


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 11 January 2019, 12:29 WIB
MI/Rommy Pujianto
 MI/Rommy Pujianto

KOORDINATOR Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa perubahan visi dan misi Prabowo-Sandiaga hanya untuk memenuhi unsur estetika. Tak ada hal signifikan yang mereka ubah dalam visi-misi tersebut.

Dahnil mengatakan, perubahan hanya pada beberapa kalimat, struktur bahasa, dan layout tampilan visi dan misi. Itu dilakukan untuk mempermudah pemahaman makna visi dan misi pasangan calon nomor urut dua itu oleh masyarakat.

"Kebutuhan publik agar mudah dibaca dan kebutuhan estetika saja," ujar Dahnil, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, (11/1).

Baca Juga: KPU Tolak Perubahan Visi-Misi Prabowo

Ia mengatakan ada empat poin yang diperhatikan dalam melakukan perubahan. Pertama, penggunaan bahasa yang mudah dipahami rakyat. Kedua, memperkuat referensi dan dasar utama visi dan misi berlandaskan pada Pancasila dan UUD 45.

“Perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandiaga ingin mengembalikan pembangunan ekonomi harus berlandaskan konstitusi yakni Pasal 33," ujar Dahnil.

Ketiga, untuk memperkuat pesan visi masa depan pemerintah Prabowo-Sandiaga yang ingin menghadirkan rasa aman untuk semua, adil untuk semua, makmur untuk semua. Terakhir, perubahan layout atau tampilan visual visi dan misi agar lebih menarik.

"Intinya substansi-substansinya tidak banyak berubah," ujar Dahnil.

Seperti diketahui, kubu Prabowo-Sandiaga ingin mengubah visi dan misi yang telah disetor ke KPU. Namun, KPU menyatakan perbaikan dokumen visi dan misi dan program kandidat Pilpres 2019 tak bisa dilakukan. (OL-7)

BERITA TERKAIT