Jawab Tudingan KPU Soal Hoaks Surat Suara, BPN : KPU Jangan Seperti Pakar Pidana


Penulis: Insi Nantika Jelita - 10 January 2019, 17:45 WIB
MI/Susanto
 MI/Susanto

ANGGOTA Direktorat Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman menyayangkan pernyataan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi yang menyatakan bahwa Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief sengaja mendesain kata-kata dalam cuitanya soal 7 kontainer surat suara yang tercoblos.

Ia meminta agar apa yang dikatakan Pramono harus bisa menempatkan dirinya sebagai komisioner yang elegan.

"Kenapa Pak Pramono tidak ngomong saja konteksnya dengan KPU. Mohon maaf saya orang paling keras mengkritik KPU, tetapi saya katakan teman-teman (KPU) seharusnya bisa menempatkan posisinya sebagai komisioner yang elegan,"ujarnya di Media Center KPU, Menteng, Jakarta, Kamis (10/1).

Menurutnya, pernyataan Pramono yang menyebut Andi Arief sengaja menghindar dari tanggung jawab atas cuitanya tentang permintaan klarifikasi ke KPU terkait hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos, bukan sesuatu yang patut disampaikan oleh seorang Komisioner KPU.

Baca juga : BPN Merasa Jadi Kambing Hitam Soal Hoaks

"Pernyataan Pak Pramono tidak tepat yang bilang Andi Arief ini sengaja didesain, diduga untuk menghindari tanggung jawab hukum. Dia (Pramono) ini sudah seperti pakar pidana saja. Sudah seperti detektif Tintin saja, padahal dia Komisioner. Apa hubungannya dengan praduga kriminalitas"katanya.

Menurutnya, pernyataan Pramono bisa menggiring opini kepada publik bahwa hal tersebut benar adanya sebelum ada pembuktian yang kuat dari pihak yang bertanggung jawab.

Sebelumnya pada (4/1), Pramono mengatakan kepada awak media bahwa apa yang disampaikan Andi Arief dalam akun twitternya tentang tujuh kontainer surat suara tercoblos adalah bentuk kesengajaan dan sudah di desain oleh Andi Arief.

"Ya kalau menurut saya, itu bagian dari strategi dia untuk menghindar dari tanggung jawab.Memang pilihan katanya sudah didesain, sudah dipikirkan secara matang agar dia tidak dituduh menyebarkan hoaks," kata Pramono. (Ins)

BERITA TERKAIT