BPN Merasa Jadi Kambing Hitam Soal Hoaks


Penulis: Insi Nantika Jelita - 10 January 2019, 17:22 WIB
MI/Susanto
 MI/Susanto

ANGGOTA Direktorat Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman mengganggap isu hoaks yang bertebaran belakangan ini seakan-akan disudutkan ke pihaknya.

Ia merasa BPN selama ini menjadi korban atas framing penyebaran hoaks di masyrakat.

"Kami ini pendukung Prabowo sejak beberapa tahun selalu menjadi korban. Kita selalu dikaitkan dengan hoaks. Ada framing terus menguat kalau kita ini kubu penyebar hoaks,"ungkapnya saat mengisi diskusi 'Hoaks dan Perubahan Konstalasi Politik Nasional' di Media Center KPU, Jakarta, Kamis (10/1).

Habiburokhman merasa keberatas atas framing selama ini yang ditujukan ke pihak BPN. Ia menyebutkan dari kasus Saracen, hoaks aktivis Ratna Sarumpaet hingga 7 kontainer surat suara tercoblos selalu menyudutkan pihaknya selama ini.

Baca juga : Polisi Periksa Intensif BBP Cari Aktor Intelektual Hoaks Surat Suara

"Kita sebut aja saracen, kemudian Ratna sarumpaet siapa yang tahu mukanya lebam-lebam tapi ternyata operasi plastik. Kemudian kasus hoaks 7 kontainer surat suara. Saya merasa dari kejadian Ini ada framing untuk menjudge bahwa kami ini kubu penyebar hoaks,"jelasnya.

Menurutnya,  hoaks Ini sudah berkembang menjadi alat perang dalam media sosial. Habiburokhman berharap dengan adanya pengungkapan dari pihak kepolisian, bisa membongkar pelaku hoaks khususnya pelaku hoaks 7 kontainer surat suara yang diduga ada kelibatan dengan relawan Prabowo-Sandi.

"Teman-teman kepolisian bekerja secara professional sehingga yang namanya framing itu bisa terbantahkan. Kita selalu menjadi korban dan juga tentu masyarakat Indonesia tahu kita selalu dikaitkan dengan hoaks Ini itu bahkan ada tindakan-tindakan hukum, yang dinyatakan pada akhirnya enggak terbukti."tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT