Iqbal Sebut Teror di Kediaman Agus Rahardjo Bom Palsu


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 10 January 2019, 14:05 WIB
MetroTV
 MetroTV

KEPALA Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal, mengatakan hasil identifikasi pusat laboratorium forensik (Puslabfor) memastikan bahwa benda mirip bom pipa yang menyasar kediaman Ketua KPK, Agus Rahardjo merupakan fake bomb atau bom palsu.

"Yang di Bekasi di rumah pimpinan KPK Pak Agus itu firm fake bomber, bom palsu," kata Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Iqbal tidak memungkiri, di kediaman Ketua KPK ditemukan tas berisikan benda yang menyerupai rangkaian bom, yakni paralon yang disusun dengan baterai, serbuk putih, paku, kabel, detonator, dan sekering.

"Memang ada sejenis paralon, ada juga kabel-kabel dan ada baterei tetapi tidak merupakan satu rangkaian firing devices yang selayaknya bom, detonator tidak ada sama sekali," sebut Iqbal.

Meski demikian, pihaknya akan terus mengusut dan mengungkapkan motif dibalik teror tersebut.

"Kita terus bekerja usut siapa pelakunya. Diduga hanya menakut-nakutkan tetapi kita ungkap siapa pelakunya," lanjutnya.

 

Baca juga: KPK tidak Terganggu Teror Bom Molotov

 

Sebelumnya, jenderal bintang dua itu menyebutkan tim gabungan melakukan identifikasi dan analisis secara ilmiah seluruh barang bukti yang ditemukan di rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief.

"Setelah tim bekerja tentunya semua barang bukti yang jadi alat bukti di lokasi, kita kumpulkan diidentifikasi dan dianalisis secara ilmiah," kata Iqbal.

Iqbal memastikan, jika ada dua orang yang diduga pelaku terekam melemparkan botol berisi cairan yang mudah terbakar sebanyak dua kali. Kata Iqbal, penyelidikan juga melihat hasil rekaman CCTV dari kediaman wakil Ketua KPK, Laode M Syarief.

"Sedang kita selidiki. Memang ada 2 botol di rumah pak Laode. Satu tidak pecah, tidak meledak yang satu meledak sementara diduga itu molotov tapi kita sedang analisa," lanjutnya.

Mantan wakapolda Jawa Timur itu menghimbau agar masyarakat tidak diresahkan dengan aksi teror tersebut. Lanjutnya, aksi teror itu tidak digunakan untuk membuat kegaduhan dengan kepentingan kelompok tertentu.

"Saya imbau masyarakat harus juga diberikan edukasi bahwa ini sebuah kriminalitas yang domainnya adalah polisi. Jadi tidak usah memframing macam-macam dulu," terangnya.

Apalagi aksi teror itu murni kejahatan dan kriminalitas yang menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Kata Iqbal, pihaknya akan segera mengungkapkan para pelaku aksi tersebut.

"Kebetulan saja mungkin ada momentum saat ini, kita fokus kepada fakta hukum dan fakta di lokasi di TKP," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT