Pembuat Hoaks Ingin Sudutkan Jokowi


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 10 January 2019, 07:10 WIB
MI/Susanto
 MI/Susanto

BERITA bohong atau hoaks terkait dengan tujuh kontainer kertas suara yang sudah dicoblos berpotensi menyudutkan Joko Widodo sebagai petahana sekaligus mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara Pilpres 2019.

"Jadi, perbuatan ini mengancam potensi kemenangan Pak Jokowi. Katakanlah Pak Prabowo yang menang, apa tidak chaos? Kami yang di kubu Jokowi bisa curiga jangan-jangan KPU tidak benar. Hal ini juga mengancam potensi kemenangan Pak Prabowo," kata Ketua DPR Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, lanjut Bambang, polisi harus menghukum berat kreator hoaks tujuh kontainer kertas suara yang sudah dicoblos tersebut.

"Jangan lihat pelaku berasal dari mana. Hoaks merupakan pelanggaran pidana karena berdampak buruk bagi demokrasi. Itu tindak pidana atau kejahatan yang ingin men-downgrade lembaga yang di-serahi tugas untuk melaksanakan demokrasi," ujar Bambang yang lebih akrab disapa Bamsoet.

Hingga kemarin, polisi masih mendalami motif di balik perbuat-an aktor intelektual tersangka pembuat konten hoaks tujuh kontainer kertas suara tercoblos atas nama Bagus Bawana Putra (BBP).

Setelah memviralkan hoaks, BBP yang diduga Ketua Dewan Relawan Nasional Prabowo itu langsung menutup akun, membuang gawai, dan kartu SIM hingga akhirnya polisi menangkap yang bersangkutan di Sragen, Jateng, pada Senin (7/1).

BBP menggunakan modus operandi merekam suara yang isinya meyakinkan masyarakat seolah-olah ada tujuh kontainer kertas suara dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, lalu mengunggahnya ke media sosial.

"Dengan BBP sampai kini sudah ada empat tersangka kasus hoaks tujuh kontainer kertas suara. Kami akan menuntaskannya," ungkap Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta.

Hoaks tujuh kontainer kertas suara dicoblos kian meruyak di jagat maya setelah Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, mengunggah cicitan lewat akun Twitter-nya pada Rabu (2/1) malam.

Saat itu juga KPU dan Bawaslu mengeceknya ke lokasi yang disebutkan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, KPU memastikan isu tujuh kontainer surat suara tercoblos itu ternyata hoaks belaka.

Dukung KPU
Presiden Joko Widodo pun menaruh perhatian pada kasus hoaks yang mendelegitimasi KPU itu. Kepala Negara memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut semua upaya yang hendak melemahkan KPU tersebut.

"Saya sampaikan, Kapolri tegas kalau ada orang atau pihak ingin melemahkan dan mendelegitimasi (penyelenggara pemilu). KPU itu penyelenggara pemilu, penyelenggara pilkada, dan penyelenggara pilpres. Kita harus mendukungnya," kata Jokowi di Istana Negara, kemarin.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, menyatakan pelaku penyebar hoaks tujuh kontainer kertas suara tercoblos tidak terdaftar sebagai sukarelawan Prabowo-Sandi.

"Saya kira tidak ada nama suka-relawan kami yang terdaftar atas nama itu atau organisasinya. Dari yang sudah ditelusuri, tidak ada terdaftar atas nama itu. Harus ada informasi akurat sehingga jangan kemudian mereduksi atau menarget anggota BPN Prabowo-Sandi," tandas Fadli di kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, kemarin. (Pol/Put/Ins/Njr/WJ/Ant/X-3)

BERITA TERKAIT