Aktivis Antikorupsi Yakin Teror Tidak bisa Intimidasi KPK


Penulis: Rudy Polycarpus - 09 January 2019, 18:06 WIB
DOK MI
 DOK MI

KEPOLISIAN harus menuntaskan kasus teror kepada dua komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif.

Menurut aktivis Anti Corruption Committee (ACC) Wiwin Suwandi, teror kepada Agus dan Laode membuktikan rentannya keamanan terhadap pimpinan dan KPK. Hal tersebut berkaca dari penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan yang penanganan kasusnya mandek di kepolisian selama hampir dua tahun.

"Negara wajib memberikan perlindungan kepada mereka, bukan justru dibiarkan. Faktanya kasus Novel Baswedan sampai detik ini tidak jelas penanganannya. Ini menunjukkan tidak adanya peran negara terhadap keamanan mereka dan keluarganya," ujar Wiwin saat dihubungi, Rabu (9/1).

Pada Rabu, rumah Agus dan Laode diteror dengan bahan peledak. Rumah Laode di Kalibata, Jakarta, dilempari dua buah bom molotov. Dari dua obyek yang dilemparkan, hanya satu yang meledak. Sementara di rumah Agus ditemukan sebuah tas mencurigakan yang tergantung di pagar depan rumahnya.

Wiwin menilai teror tersebut tidak akan membuat pegawai KPK terintimidasi. "Saya yakin orang yang bekerja di KPK tidak akan terganggu dengan teror dan intimidasi seperti itu karena mereka sejak awal menanamkan komitmen dengan risiko apapun," tandas mantan pegawai KPK itu.

Masyarakat sipil, sambung Wiwin, mendukung sepenuhnya langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan lembaga antirasywah tersebut. "Kami juga mengingatkan agar para koruptor dan kroninya untuk berhenti membuat gaduh dengan cara teror dan intimidasi. Tindakan apapun tidak akan menghentikan semangat pemberantasan korupsi di KPK," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT