09 January 2019, 09:05 WIB

Kang Emil Ikut Rancang Strategi Jitu demi Jokowi


MI | Politik dan Hukum

MI/Bayu Anggoro
 MI/Bayu Anggoro

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan siap adu strategi untuk memenangkan pasangan capres/cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Jawa Barat.

"Saya sudah clear ke Pak Jokowi, jadi tinggal beradu strategi," kata Ridwan Kamil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin, setelah mengikuti rapat terbatas terkait dengan pengelolaan transportasi Jabodetabek.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu enggan menjelaskan secara detail perihal strategi yang akan digunakannya di Jabar itu. Ia masih menunggu waktu yang tepat di samping harus terlebih dahulu berkonsolidasi dengan sejumlah pihak.

"Belum. Nanti hari Kamis pasti. Rencananya Kamis kita rapat lagi," katanya.

Menurut rencana, pada Kamis pekan ini Kang Emil akan menggelar rapat urusan pilpres. Ia sendiri mengaku banyak persoalan kompleks di Jabar yang sampai saat ini masih begitu menyita perhatiannya.

"Saya menyesuaikan dengan waktu. Karena saya sibuk ngurusin Jabar kompleks sekali, jadi di waktu-waktu yang mungkin tidak terlalu maksimal dari sisi jadwal, saya maksimalkan apa adanya," ujarnya.

Sampai saat ini, ia mengaku belum memantau survei terakhir capres di wilayahnya, bahkan bertanya kepada wartawan hasil survei terakhir posisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sehari sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi Gedung Bawaslu RI di Jakarta Pusat untuk melakukan klarifikasi terkait dengan acungan dua jari pada Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Jawa Barat, pada 17 Desember 2018 lalu.

Bawaslu RI hanya memfasilitasi tempat untuk pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Bogor. Anies dilaporkan atas dugaan kampanye terselubung. Pelapor ialah Garda Nasional untuk Rakyat (GNR).

Anies saat itu memberikan sambutan dan mengacungkan pose dua jari yang identik dengan pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga. Anies pun terancam pidana penjara tiga tahun jika terbukti sebagaimana diatur UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Terkait dengan pemeriksaan itu, Kepala Departemen Hubungan Antarlintas Partai PP Gekira Partai Gerindra Savitri Wiguna berharap Bawaslu bersikap adil.

"Coba Bawaslu belajar lagi, apakah sudah ada penetapan resmi dari KPU tentang simbol resmi pasangan 02 atau 01," tutur dia, kemarin.(Mal/Ant/P-3)

BERITA TERKAIT