Investor Lirik Logam untuk Baterai Mobil Listrik


Penulis:  (Ant/S-4) - 03 January 2019, 09:00 WIB
Baterai motor elektrik pada mobil Toyota Camry (ANTARA News/Try Reza Essra)
 Baterai motor elektrik pada mobil Toyota Camry (ANTARA News/Try Reza Essra)

ERIK Prince, yang mendirikan perusahaan keamanan swasta Blackwater, mengguyurkan dana untuk berinvestasi dalam logam yang dibutuhkan dalam baterai kendaraan listrik. Dana tersebut bertujuan mengumpulkan uang hingga US$500 juta (sekitar Rp7,2 triliun) dan akan berinvestasi dalam cadangan logam, seperti kobalt, tembaga, dan litium, sebagian besar di Afrika dan Asia.

Sejumlah perusahaan tambang sejatinya sudah membenamkan miliaran dolar dalam pengembangan logam itu. Salah satu investor terbesar, yaitu Tiongkok. Perusahaan tersebut baru saja membeli kepemilikan tambang di Republik Demokratik Kongo dan di Cile.

"Perusahaan-perusahaan Tiongkok belum tentu tertarik dengan eksplorasi yang sangat hulu," kata Prince kepada Financial Times. "Mereka ingin membeli sesuatu dalam produksi itu. Ini memberikan peluang itu untuk kami."

Dia berharap bahwa permintaan terhadap logam yang digunakan dalam aki mobil itu akan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang karena industri otomotif global sekarang mulai berlomba-lomba dalam memproduksi mobil listrik.

Prince menjual Blackwater pada 2010. Sejak itu, ia menjalankan bisnis keamanan dan logistik bernama Frontier Services Group dan melakukan investasi dalam sumber daya alam.

BERITA TERKAIT