Dukungan Psikososial bagi Guru di Sulawesi Tengah


Penulis: Micom - 17 November 2018, 11:04 WIB
ANTARA/Mohamad Hamzah
 ANTARA/Mohamad Hamzah
Suasana Sekolah Dasar (SD) Transisi Balaroa bantuan United Tractors Group bekerjasama dengan TNI yang didirikan sekitar lokasi pengungsian warga di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (14/11/2018)

DIREKTORAT Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud menyelenggarakan kegiatan Dukungan Psikososial bagi Guru Pendidikan Dasar Terdampak Bencana Alam di Sulawesi Tengah. Hal ini merupakan respon nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap guru yang terimbas bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, Palu, mulai tanggal 14-17 November 2018.

Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Ditjen GTK, Praptono, menyatakan sebagai institusi yang memiliki salah satu tugas dan fungsi melaksanakan pembinaan guru, pihaknya perlu melakukan tindakan nyata membantu pemulihan dampak psikososial trauma bencana bagi guru-guru SD dan SMP terdampak bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Harapannya, akan bermuara pada pemulihan psikososial warga sekolah secara keseluruhan.

Pascagempa bumi 7.4 SR yang diikuti tsunami dan likuifaksi pada tanggal 28 September 2018, sebagian besar sektor kehidupan, ekonomi, kesehatan, sampai ke pemerintahan di tiga wilayah tersebut mengalami kelumpuhan. Yang tidak kalah penting, dampak psikologis yang terjadi pada guru berupa trauma bisa menimbulkan efek berkepanjangan dan memengaruhi proses kehidupan bermasyarakat.

Untuk itu, guru di jenjang SD dan SMP perlu diberikan pendekatan khusus yang penanganannya berbeda dengan korban bencana lainnya, salah satunya melalui kegiatan dukungan psikososial. Kegiatan yang diselenggarakan DirektoratPembinaan Guru Pendidikan Dasar ini melibatkan 200 orang guru SD dan 200 orang guru SMP, berasal dari perwakilan Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

Kegiatan psikososial untuk guru SD diselenggarakan di SMPN 14 Kota Palu. Di saat yang bersamaan, berlangsung pula kegiatan senada bagi guru SMP di SMPN 1 Kota Palu. Kedua acara dibuka resmi oleh Praptono pada Rabu (14/11) lalu dna dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, serta Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kemendikbud.

Selama kegiatan, peserta menerima beragam materi terkait dukungan psikososial yang disajikan oleh narasumber dari berbagai lembaga pemerintah maupun LSM bidang Pendidikan yang sudah terlebih dahulu terjun langsung membantu penanganan korban bencana di Sulawesi Tengah.

Narasumber tersebut berasal dari Pusat Krisis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (Puskris UI), UNICEF Indonesia, Yayasan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP), Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan LPMP bersama mitranya.

Adapun dukungan psikososial yang diberikan oleh para narasumber berupa terapi psikososial, pelayanan konseling, psikoedukasi, serta penguatan-penguatan sosio psikologis lainnya. Upaya-upaya tersebut dilakukan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru terdampak bencana untuk menerima dan mengolah pengalaman traumatis yang diterima menjadi suatu pelajaran serta mempersiapkan mereka agar dapat berfungsi kembali secara normal di lingkungan masyarakat dan satuan pendidikan tempat mengajar.

Dalam rangka menyasar guru-guru terdampak bencana yang masih belum tersentuh program psikososial, termasuk di antaranya guru-guru pendidikan dasar di Kabupaten Parigi Moutong, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar merencanakan pelaksanaan kegiatan serupa pada awal Desember mendatang.

“Diharapkan sedikitnya 400 orang guru SD dan SMP dapat dilibatkan dalam kegiatan dukungan psikososial bagi guru terdampak bencana Sulteng jilid dua tersebut,” ungkap Praptono.

Selain di wilayah Sulawesi Tengah, direktorat yang dipimpin Praptono juga akan menyelenggarakan kegiatan dukungan psikososial bagi guru-guru yang menjadi korban bencana gempa bumi di provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dengan mengadopsi struktur program yang telah diimplementasikan di Palu, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar akan memberikan dukungan psikososial kepada sekitar 200 orang guru SD dan SMP yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Sumbawa Barat sebagai tiga daerah dengan korban jiwa dan kerusakan material terbesar pascagempa 7 SR yang mengguncang NTB pada awal Agustus lalu.(RO/OL-5)

 

BERITA TERKAIT