01 November 2018, 19:50 WIB

Wacanakan Setop Kirim Pekerja Migran ke Arab Saudi


Tesa Oktiana Surbakti | Politik dan Hukum

Ilustrasi
 Ilustrasi

INDONESIA perlu membenahi sistem penempatan pekerja migran. Pembenahan ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama.

Eksekusi mati pekerja migran Indonesia bernama Tuti Tursilawati di Arab Saudi tanpa adanya pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia menambah panjang daftar pekerja migran Indonesia yang mendapatkan perlakuan tidak adil. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah pembenahan yang tegas dan segera.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mengatakan pemerintah harus mengubah sistem penempatan dan pengiriman pekerja migran keluar negeri secara drastis. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah membuat mekanisme survei penempatan. Survei ini dilakukan untuk menilai kelayakan tempat kerja atau calon pemberi kerja yang akan mempekerjakan pekerja migran Indonesia, khususnya yang menjadi asisten rumah tangga. Beberapa kriteria yang dapat diberlakukan misalnya rekam jejak mereka terkait tindakan kriminal.

Selain itu, pemerintah harus meningkatkan sistem monitoring bagi para pekerja migran yang sudah ditempatkan untuk mengetahui kondisi mereka selama bekerja. Sistem itu diharapkan bisa mendeteksi potensi masalah sedini mungkin. Kedua cara ini diharapkan bisa memperkuat peran negara dalam membela dan melindungi warganya.

”Dari kasus yang menimpa Tuti Tursilawati satu hal yang dapat diangkat adalah bahwa masih banyak para pekerja migran Indonesia yang tidak mengetahui atau mendapatkan informasi lengkap mengenai langkah-langkah untuk mendapatkan perlindungan hukum yang tepat ketika terjadi kecelakan atau kasus seperti ini terjadi,” ujar Imelda dalam keterangan resmi, Kamis (1/11).

Ketidaktahuan atau minimnya informasi yang dimiliki Tuti diduga menjadi penyebab kenapa Tuti tidak segera lari ke Kedutaan Besar Indonesia atau kantor perwakilan pemerintah yang terdekat dengannya. Tuti malah mengambil langkah lain yang justru semakin membahayakan dirinya dan menyebabkan dia terjebak oleh segerombolan pria yang melakukan pelecehan terhadap dirinya.

Opsi terakhir yang layak dilakukan pemerintah adalah dengan menghentikan pengiriman pekerja migran ke Arab Saudi. Langkah ini layak diambil karena sebagai reaksi atas tindakan pemerintah Arab Saudi yang secara sengaja mengacuhkan pemerintah Indonesia melalui tidak dilakukannya mandatory consular notification atas hukuman mati bagi Tuti.

”Dengan tetap mengirimkan TKI ke Arab Saudi, akan membuat Saudi semakin tidak menghormati hubungan diplomatis antara kedua negara,” pungkas Imelda.(A-4)

BERITA TERKAIT