Danish Luncurkan Interior Pinto Aceh Berteknologi Laser Engrave


Penulis: Micom - 06 August 2018, 20:20 WIB
Ist
 Ist

INDONESIA Authorized Trimmer Summit (lATS) sebagai asosiasi pengrajin interior mobil di Indonesia kembali hadir pada gelaran Galkindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Dalam ajang international ini, IATS kembali dipercaya oleh dua merek material yaitu Accura dan Vision.

Sebagai brand yang memiliki kualitas international, mereka ingin memastikan konsumen mendapatkan kualitas pengerjaan yang berstandar international juga. Dengan menggunakan Standardisasi Nasional IATS (SNIATS) yang memiliki standar pengenaan setara dengan Original Equipment Manufacturer (OEM) atau pabrikan, anggota IATS dipercaya untuk menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan hasil karya anak bangsa kepada dunia internasional, khususnya di bidang jasa pembuatan interior mobil.

"Dalam menjalankan visi misinya untuk mengharumkan karya anak bangsa, IATS mengusung dua konsep 'Exhibition Seat' dengan tema nasional pada GIIAS 2018," kata Oscar Widjaja, Ketua Umum IATS, dalam keterangannya, Senin (6/8).

Anggota IATS Danish dari Aceh dan RUJ1986 dari Palembang mendapat kehormatan untuk mengeksekusi 'Exhibition Seat' tersebut. Konsep tersebut disambut sangat baik para pemegang merek dan diterima oleh Accura yang akan mengusung tema Pinto Aceh dan Vision dengan mengusung tema Songket Palembang.

Pinto Aceh Accura meluncurkan varian terbarunya yaitu Yutaka yang merupakan varian microfiber leather, yang dilengkapi dengan teknologi terbaru yang telah lulus uji standar internasional yaitu 'Fogging Test' dengan kode TSM 05036 yang menjadi persyaratan baru untuk menjadi bahan OEM.

Tes tersebut untuk memastikan penguapan dan komposisi bahan yang terjadi akibat panas matahari di dalam kabin tidak berbahaya bagi kesehatan penggunanya.

Oleh sebab itu, Accura dipercaya oleh Toyota lndonesia menjadi bahan OEM untuk All New Toyota Rush versi TRD di seluruh Indonesia. Untuk konsep Pinto Aceh, Afifudin, CEO Danish, juga tidak mau kalah dengan menghadirkan teknologi terbaru yaitu 'Laser Engrave'.

Juga menggunakan varian Toyota, Danish mengusung kursi Innova reborn. Karena permintaan banyak pihak Danish kembali mengusung konsep Pinto Aceh yang disematkan menggunakan teknik laser engrave.

"Suatu kebanggaan untuk bisa menempatkan Pinto Aceh di ajang bergengsi ini. Danish bisa memberikan inovasi terbarunya untuk mewakili masyarakat Aceh  kepada dunia internasional. Danish tidak berpuas diri dan berkomitmen untuk ingin terus belajar untuk menjadi lebih baik lagi," kata Afi, panggilan akrabnya.

Sementara Songket Palembang Vision sebagai salah satu pelopor varian microfiber leather juga ingin menampilkan varian terbaiknya Bugatti. Bertepatan dengan ajang international Asian Games, di mana Palembang dipercaya menjadi salah satu tuan rumah, maka tema Palembang diusung untuk memperkuat imej Ibu kota Sumatra Selatan.

Salah satu khas Palembang ialah kain songket. RUJ1986 yang sudah memiliki pengalaman 32 tahun diberikan tantangan untuk mengeksplorasi kain khas daerah yang digabungkan dengan produk otomotif dan menampilkannya dengan secara modern.

"RUJ1986 sangat bangga dapat tampil di ajang bertaraf international GIIAS 2018. Tantangan dalam proses menyatukan Songket Palembang dengan bahan otomotif memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi, tetapi kami berhasil menjadikannya sebuah karya yang spektakuler," kata Jimbo Lukito, pemilik RUJ1986.

"Kami berdua berterima kasih kepada pihak Accura dan Vision yang mendukung kegiatan ini. Juga kepada seluruh konsumen, khususnya konsumen kami Danish di Aceh dan RUJ1986 di Palembang. Dan yang paling penting kami berterima kasih kepada lATS yang telah memberi dukungan kepada kami dalam keadaan apa pun," tutup Afi dan Jimbo dengan mantap dan kompak. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT