05 April 2018, 21:05 WIB

Citi Indonesia Umumkan Pemenang CMA 2017-2018


Micom | Ekonomi

CITI Indonesia (Citibank) hari ini mengumumkan pemenang wirausaha mikro terbaik di ajang kompetisi dan penghargaan Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) untuk periode 2017-2018.

Penyerahan penghargaan kepada delapan wirausaha mikro terbaik serta satu penghargaan apresiasi bagi Lembaga Keuangan Mikro terbaik diberikan oleh CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, dan Director, Country Head of Corporate Affairs, Elvera N Makki, disaksikan oleh Representative Mercy Corps Indonesia, Jennifer Bielman, Direktur Akses Perbankan Badan Ekonomi Kreatif RI, Restog K Kusuma, serta Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian Sumberdaya KUMKM Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Christina Agustin.
 
Acara yang telah memasuki tahun ke-13 itu merupakan inisiatif dan program unggulan Citibank yang didanai oleh Citi Foundation serta dilaksanakan di 30 negara, termasuk Indonesia.

Selama periode penyelenggaraan CMA di Indonesia sejak pertama kali diadakan pada 2005, ajang ini telah menerima pendaftaran hingga 13.000 pengusaha mikro Indonesia serta telah memberikan penghargaan kepada lebih dari 240 pengusaha mikro.

"Citibank percaya bahwa kemandirian wirausahawan selalu berawal dari hal-hal kecil terlebih dahulu, kemudian dengan kegigihan untuk maju, akan berkembang menjadi lebih besar. Kami yakin bahwa semakin banyak masyarakat yang berani dan siap berwirausaha yang dimulai dari skala mikro, maka semakin besar peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Adapun CMA bertujuan untuk meningkatkan wawasan mengenai pentingnya kewirausahaan dan akses keuangan bagi pengusaha mikro," ujar CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, melalui keterangan tertulis, Kamis (5/4).

Christina Agustin, mewakili Kemenkop-UKM, menambahkan, penghargaan ini bisa menggali potensi para entrepreneur dan mengembangkan para pengusaha yang ada di beberapa wilayah Indonesia.

"Saya berharap lebih banyak lagi peserta yang terjaring dengan berbagai kategori agar elemen dari pada pengusaha atau UKM yang memiliki potensi, baik itu anggota koperasi maupun pemilik usaha, dapat terekspose dengan baik," ujarnya.

Pada penyelenggaraan CMA kali ini, selama periode pendaftaran pada Oktober hingga Desember 2017 lalu, terdapat lebih dari 800 pengusaha mikro dari berbagai provinsi di Tanah Air yang mendaftarkan usaha mereka dalam ajang CMA.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera Makki, menyatakan, dari jumlah tersebut, 50 peserta terbaik dipilih sebagai semifinalis, dan kemudian diseleksi hingga terpilih 20 finalis yang berkesempatan mengikuti pembekalan selama 3 hari. Ke-20 finalis itu kemudian mengikuti penjurian oleh para penilai yang kompeten serta dari berbagai latar belakang antara lain akademisi, sektor finansial, jurnalisme, pelaku bisnis, dan institusi pemerintah terkait.

"Dengan keseluruhan proses ini, kami berharap para peserta dapat memetik pengalaman berharga yang bermanfaat bagi pengembangan usaha di masa mendatang," kata Elvera.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi di Indonesia, dapat dilihat dari jumlahnya yang terus mengalami peningkatan. Disebutkan bahwa pada 2013, terdapat 2.887.015 usaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terus meningkat di mana pada 2015 telah mencapai angka 3.385.851 unit usaha mikro atau naik sekitar 17,3%.

Restog Kusuma, dari Bekraf, mengatakan bahwa CMA merupakan program pemberdayaan pengusaha mikro yang sangat progresif dan signifikan dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro dalam perannya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.

"Program CMA 2017-2018 bertujuan tidak sekadar memilih pemenang, tetapi terpenting adalah memberikan kesempatan bagi usaha mikro untuk berinteraksi dan berjejaring dengan para praktisi yang datang dari berbagai latar belakang seperti akademisi, pengusaha, wartawan bidang ekonomi, hingga lembaga pemerintah yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pengembangan UMKM dan koperasi. Interaksi ini diharapkan akan memberikan informasi dan pengetahuan tambahan untuk pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan usaha mikro di Indonesia," ungkap Andi Ikhwan, Indonesia Agriculture and Financial Services Director Mercy Corps Indonesia.
 
Penghargaan CMA 2017-2018 diberikan kepada para pemenang yang terbagi ke dalam lima kategori, yakni Agriculture, Arts and Creative Design, Fishery, Green, dan Service and Culinary. Selain itu, terdapat tiga penghargaan khusus yang diberikan, yakni Young Microentrepreneur, Best Woman Microentrepreneur, dan Microentrepreneur of the Year.

CMA 2017-2018 juga memberikan penghargaan untuk Lembaga Keuangan Mikro, yaitu Microfinance Institution of the Year sebagai bentuk apresiasi terhadap lembaga pendamping terbaik. Penghargaan utama bagi pengusaha mikro dalam CMA 2017-2018 adalah Microentrepreneur of the Year.

Adapun pemenang CMA 2017-2018: Mario Devys (Agriculture), Nuri Ningsih Hidayati (Arts and Creative Design), Nienik Rakhmawati Zauharoh
(Fishery), Stefanus Indri Sujatmiko (Green), Siswanto (Service and Culinary), Hafidh Rifky Adiyatna (Young Microentrepreneur), dan
Susi Sukaesih (Best Woman Microentrepreneur). (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT