19 April 2023, 06:10 WIB

Seni Memaafkan di Bulan Ramadan


Diza Wardoyo |

SEJATINYA pada bulan yang suci ini umat muslim tidak hanya diharuskan menahan lapar dan haus, tetapi juga nafsu lainnya, termasuk dendam dan amarah. Dendam, utamanya, menjadi hal yang dilarang dalam Islam dan hendaknya dijauhi, khususnya pada bulan Ramadan.

Amarah yang dilampiaskan dengan cara yang salah dan merugikan dikatakan dapat mengurangi pahala puasa. Namun, untuk dendam, baik itu disimpan dalam hati maupun dibalaskan, jelas-jelas dilarang agama. Untuk itu, seseorang perlu memahami seni memaafkan untuk mencari kedamaian hati dan pikiran.

Dalam ceramahnya, Quraish Shihab mengatakan terdapat perbedaan antara dendam dan amarah. Amarah ialah perasaan tidak terima yang disertai dengan gejolak dalam hati, sedangkan dendam ialah hal serupa yang disertai dengan perasaan ingin menjatuhkan sanksi dan siksaan terhadap objek yang dituju.

Dalam Al-Qur’an, dendam dikenal dengan istilah intiqom, berlawanan dengan nikmat atau anugerah. Itulah mengapa seorang pendendam cenderung ingin merebut nikmat dan anugerah dari objek yang dituju. Biasanya akan timbul perasaan ‘jangan sampai orang ini merasakan nikmat, ia harus sengsara’.

Menurut Quraish Shihab, Islam sebenarnya membolehkan pembalasan terhadap suatu kesalahan. Namun, pembalasan atau sanksi tersebut harus berlandaskan keadilan dan melalui proses hukum. Yang menjadi masalah ialah balas dendam cenderung dilandasi dorongan pribadi.

Untuk itu, memaafkan ialah jalan keluar yang paling ideal dan membawa kedamaian bagi hati seseorang yang dilanda amarah. Menurut Quraish, memaafkan membawa perasaan tenang karena kita tahu telah melakukan perbuatan yang benar dan terpuji.

Balas dendam memang memberi kesan puas, tetapi itu hanyalah ilusi. Rasa puas tersebut hanya bertahan sementara, sedangkan perasaan marah akan suatu peristiwa atau objek masih akan tersisa.

Memaafkan adalah melepaskan. Melepaskan diri dari nafsu untuk membalas perbuatan jahat seseorang yang menzalimi kita. Al-Qur’an pun menganjurkan seseorang untuk saling memaafkan walaupun sebenarnya meminta ganjaran atas kerugian yang dialami juga diperbolehkan.

“Memang berat, tapi ada kiat untuk memaafkan. Yang pertama sadari dulu bahwa semua orang bisa salah. Lalu sadari juga bahwa bisa jadi ada faktor di luar kemampuan manusia yang membuatnya terjerumus dalam kesalahan,” ujar Quraish Shihab.

 

Anjuran Islam

Maaf dan memaafkan sudah menjadi anjuran baik yang diajarkan dalam agama Islam. Sesama manusia harus saling memaafkan atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Orang yang melakukan kesalahan harus mengakui dan memohon maaf dengan tulus, begitu pula dengan orang yang mendapatkan perlakuan buruk juga wajib memaafkan dengan ikhlas.

Bahkan, anjuran maaf dan memaafkan itu sudah menjadi tradisi khusus yang dilakukan umat muslim setiap tahun, yaitu pada momen perayaan Idul Fitri. Setelah berpuasa menahan hawa nafsu pada bulan Ramadan, umat muslim merayakan kemenangan dengan penuh rasa syukur dan gembira. Momen itu juga menjadi kesempatan bagi sesama manusia untuk saling memaafkan.

BERITA TERKAIT