20 April 2022, 11:07 WIB

Pemprov Jawa Barat Kerahkan ASN untuk Bagi Makanan


Bayu Anggoro |

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mengerahkan ASN dan komunitas warga lainnya agar memiliki kepedulian kepada sesama di bulan Ramadan ini. Program yang disebut bulan suci berbagi on the street (Bubos) ini ditargetkan melibatkan satu juta peserta di seluruh Jawa Barat.

Istri Gubernur Jawa Barat Attalia Praratya mengatakan, pada tahun ini pihaknya akan menggelar Bubos dengan pusat kegiatan di Kabupaten
Kuningan. Menurut dia, pihaknya melibatkan seluruh unsur masyarakat seperti ASN, pramuka, hingga komunitas lainnya dalam program berbagi
ini.

"Tanggal 20-21 akan ada rantang (tempat makanan) cinta. Yaitu untuk berbagi makanan kepada saudara kita di sekitar," katanya di Bandung,
Selasa (19/4).

Baca juga: Isi Momen Ramadan, Brand Pakaian Muslim Lokal Luncurkan Koleksi Baru

Puncak kegiatan Bulan Suci Berbagi On The Street atau BUBOS6 akan dilaksanakan di tiga lokasi di Kabupaten Kuningan. Hal itu dilakukan
guna mengantisipasi kepadatan warga Kuningan yang antusias menyambut kegiatan BUBOS6.

"Alhamdulillah kesiapannya sudah matang bahkan sudah ke seluruh kecamatan kita sebar, agar tidak ada penumpukan-penumpukan massa di satu lokasi," kata Atalia. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kuningan pun telah menyediakan tiga lokasi (Alun-alun/Taman Kota Kuningan, Masjid Syahrul Islam, dan Kawasan Kantor Pemkab Kuningan).

Tak hanya itu, tiap kecamatan pun akan menggelar kegiatan pendukung terkait BUBOS6. Adapun rangkaian kegiatannya yakni membagikan rantang cinta dan tebar sembako oleh anggota pramuka dan guru pada 20 - 22 April 2022.

Nantinya, hal itu akan digelar di 27 kabupaten/kota sebagai rangkaian menyambut acara puncak pada 23 April 2022. "Kegiatan rantang cinta
pramuka, rantang cinta guru, rantang cinta ACT, akan dilakukan mulai besok tiga hari kedepan bersama dengan tebar sembako untuk 27 kota dan kabupaten," ucap Atalia.

Pada tahun ini, BUBOS6 mengusung tema berbagi dengan keragaman budaya. Para pelaku acara yang mewakili dari tiap wilayah akan menggunakan pakaian muslim dengan motif khas daerahnya.

"Jadi nanti insyaallah akan terhubung dengan 26 kabupaten/kota lainnya pada saat kegiatan yang sama yaitu berbagi kepada masyarakat," ujar
Atalia. Atalia menuturkan, berbagi kebaikan kepada semua harus terus dilakukan.

"Sebuah kegiatan yang baik tidak boleh berhenti. Sehingga pada tahun 2022 BUBOS harus terus berjalan dengan segala adaptasinya. Digitalisasi pun harus dilibatkan, tahun ini kita libatkan 1 juta peserta seluruh Jawa Barat," katanya.

Baca juga: Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Gelar Bazar Sembako Murah bagi Warga Tak Mampu

"Tidak boleh ada masyarakat yang bersedih dalam bulan suci ini, dan tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki makanan untuk berbuka,
untuk sahur. Mari kita lakukan gerakan kebaikan ini secara bergelombang secara massal agar masyarakat mendapatkan manfaat secara maksimal," imbuhnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kuningan Dian Rachmat Yanuar menuturkan akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik dalam kegiatan BUBOS6. "Kami merasa tersanjung, insyaallah ketika Kuningan diputuskan sebagai tuan rumah kita akan berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik," ucap Dian.

Saat ini, menurut Dian, Pemda Kabupaten Kuningan telah melakukan upaya-upaya untuk mengurangi kepadatan warganya di satu lokasi. Oleh
karena itu, ia melibatkan 32 kecamatan di Kuningan untuk menggelar kegiatan yang mendukung BUBOS6 dengan tetap disiplin protokol kesehatan.

"Sekarang kita sudah melakukan persiapan teknis lapangan di 3 lokasi dan 32 lokasi di tiap-tiap kecamatan. Lokasi utama di Taman Kota yang telah direvitalisasi oleh provinsi, yang kedua di Masjid Syahrul Islam, dan yang ketiga di kantor Pemkab Kuningan," tuturnya.

Rencananya dalam kegiatan BUBOS6 juga akan diiringi oleh pasar murah, vaksinasi booster, dan juga pentas seni religi angklung. Sementara dari kepesertaan, Sekda melaporkan akan ada 12.500 ASN yang akan terlibat dalam gerakan berbagi.

"Kita juga sudah mengajak anak pelajar pramuka dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi. Perkiraan ada 120 ribuan siswa/siswi sekolah.
Begitupun juga aparatur desa yang jumlahnya kurang lebih 4 ribuan siap bergerak. Jadi kita akan ada 150 ribu orang akan memeriahkan berbagi
dalam rantang cinta," ucapnya. (H-3)

BERITA TERKAIT