12 April 2022, 04:10 WIB

Suasana Guyub Antarumat Beragama di Sikka


Gabriel Langga/H-1 |

SUASANA di bulan Ramadan 2022 tak hanya disambut umat muslim, tetapi juga bagi umat mayoritas Katolik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Banyak warga beragama Katolik mendatangi kampung Bebeng yang berada di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok, untuk berinteraksi dari sore hingga malam hari.

Di Kampung Bebeng yang warganya mayoritas muslim, pada setiap Ramadan, sepanjang jalan menuju perkampungan warga dipasang ornamen lampion dengan berbagai warna. Bagi pengendara motor yang melintas jalan tersebut, dipastikan menyempatkan diri untuk turun dari motornya agar bisa mengabadikan momen tersebut yang biasa diperoleh hanya saat Ramadan.

Bergeser ke sepanjang jalan bawah kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, sejumlah warga muslim menjual makanan dan minuman untuk iftar. Uniknya, aktivitas berburu takjil itu tidak hanya dilakukan umat muslim, bahkan umat Katolik pun ikut berburu takjil menjelang waktu berbuka.

Tidak sedikit penjual takjil merupakan warga yang beragama Katolik berbaur guyub dengan warga lainnya. Itu ialah sebuah momen persaudaraan yang indah di bulan Ramadan ini.

Salah satu warga di Kabupaten Sikka, Thomas, mengakui kalau di bulan puasa ini banyak sekali makanan dan minuman takjil yang dijual di sepanjang jalan di Kampung Beru ini pada sore hari. "Kalau saya keliling Kota Maumere, pasti sempatkan diri untuk beli takjil buka puasa ini buat anak-anak di rumah. Makanan dan minuman yang dijual enak dan murah-murah," papar Thomas.

Ia pun mengakui keakraban warga yang paling berkesan ialah penjual takjilnya dari beragam agama. "Ini yang luar biasa. Mereka ini duduk berbaur untuk menjual takjil. Setiap tahun begitu," ujar Thomas.

Sekadar diketahui, wilayah Kabupaten Sikka itu mayoritas penduduknya beragama Katolik. Toleransi antarumat beragama ini sudah terjaga lama.

Biasanya di momen-momen hari besar agama, semua warga yang agamanya berbeda juga ikut merayakan. Bahkan, di saat umat Katolik beribadah di hari raya Paskah dan Natal, warga muslim ikut terlibat melakukan penjagaan di setiap gereja-gereja. Saat salat Idul Fitri di masjid atau lapangan, warga Katolik juga ikut menjaganya.

BERITA TERKAIT