12 May 2021, 05:20 WIB

Mengais Rezeki Menjelang Hari Raya


(Lilik Darmawan/Medcom.id/H-3) | Ramadan

JARI jemari pasangan Nursito dan Darsinah tampak terampil menganyam janur atau daun pohon kelapa berwarna kuning menjadi selongsong ketupat.

Satu per satu selongsong ketupat terbentuk. Mereka begitu semangat karena menjelang Idul Fitri, ongkos pembuatan selongsong ketupat dinaikkan. "Biasanya, ongkos satu selongsong ketupat hanya Rp40, tetapi saat sekarang naik menjadi Rp70. Karena memang kebutuhannya meningkat," jelas Nursito saat ditemui di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah, kemarin.

Ia ditemani istrinya dalam membuat selongsong ketupat. Setiap harinya keduanya mampu memproduksi selongsong ketupat hingga 1.000 buah. "Kami memulai bekerja membuat selongsong ketupat setelah urusan rumah beres. Saban hari dapat membuat hingga 1.000 selongsong. Kalau sekarang, dapatnya lumayan, mencapai Rp70 ribu," kata Darsinah.

Keduanya menyetor kulit ketupat kepada Purwanto yang akan mengisinya dengan beras dan menjadi ketupat. "Kami menerima kulit ketupat dari sejumlah warga yang membuatnya. Di rumah kami, kulit ketupat kami isi dengan beras untuk dijadikan ketupat. Menjelang Idul Fitri, kami bisa menghabiskan 3 kuintal, bahkan lebih. Jika hari-hari biasa hanya 1 kuintal," kata dia.

Menurut Purwanto, ketupat hasil produksinya dibawa ke Pasar Wage Purwokerto. Hari-hari menjelang Lebaran, harga ketupat juga mengalami kenaikan harga. "Pada hari biasa, setiap 10 buah ketupat harganya Rp7.000, sedangkan untuk saat ini mencapai Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per 10 ketupat," jelasnya.

Dijelaskan Purwanto, untuk memasak ketupat, membutuhkan waktu hingga 7 jam. Memasaknya menggunakan kayu bakar dengan menggunakan dandang besar. "Kalau tidak menggunakan kayu bakar tidak bisa. Memasaknya pun sangat lama karena bisa mencapai 7 jam. Mulai pagi hingga siang," ujar dia. Sementara itu, istri Purwanto, Sukati, mengatakan dengan memasak hingga 7 jam, ketupat akan bagus karena sangat masak. "Ketupatnya bagus, bahkan bisa bertahan lama. Dengan memasak sampai 7 jam, ketupat bertahan hingga tiga hari," ujarnya.

Sementara itu, harga kulit ketupat di Pasar Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dijual lebih murah ketimbang Lebaran tahun lalu.

"Sepuluh kulit ketupat harganya Rp15 ribu, tahun kemarin bisa Rp35 ribu sampai Rp40 ribu untuk 10 kulit ketupat," kata penjual kulit ketupat di Pasar Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Syarif, kemarin.

Pria asal Serang, Banten, itu mengatakan animo masyarakat membeli kulit ketupat selalu tinggi jelang Lebaran. Syarif sudah menjual 500 kulit ketupat hingga kemarin. "Kalau di bulan-bulan lainnya saya dagang es," beber dia. (Lilik Darmawan/Medcom.id/H-3)

BERITA TERKAIT