05 May 2021, 09:20 WIB

Ini Upaya Antisipasi Peningkatan Kasus Aktif Pascalebaran


Ferdian Ananda Majni | Ramadan

Satgas Penanganan Covid-19 memberi perhatian lebih pada perkembangan kasus aktif pada 1 minggu terakhir. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin.

"Namun, hal yang perlu menjadi perhatian dan perlu kita waspadai bersama adalah perkembangan pada minggu terakhir, yaitu periode 23 April sampai 1 Mei 2021. Pada periode tersebut, jumlah kesembuhan tidak lagi lebih tinggi dari jumlah kasus positif baru," kata Prof Wiku dalam keterangan Rabu (5/5).

Data menunjukkan dalam periode tersebut, jumlah kesembuhan cenderung mengalami penurunan seiring dengan penambahan kasus positif baru. Hal ini menjadi penyebab angka kasus aktif Indonesia cukup stagnan dan tidak lagi mengalami penurunan yang signifikan.

Baca juga: Virus Korona Varian Baru Sebabkan Peningkatan Kasus di Dunia

"Hal ini perlu menjadi perhatian kita karena ini artinya, tren kasus aktif dapat sewaktu-waktu kembali meningkat jika kedepan tidak ada perbaikan," lanjutnya.

Jika melihat kembali pada awal Februari lalu, kasus aktif di Indonesia terus mengalami penurunan secara signifikan. Hal ini dapat terjadi karena kesembuhan lebih tinggi jumlahnya daripada kasus positif baru. Keadaan ini bertahan hingga tanggal 22 April 2021, dimana pada minggu tersebut terjadi penurunan kasus aktif 6.841 kasus, yang berkontribusi terhadap penurunan persentase kasus aktif nasional.

"Ini adalah capaian yang sangat baik, dan menunjukkan perbaikan kondisi Covid-19 di Indonesia," sebut Prof Wiku.

Adanya capaian baik ini, seharusnya tidak membuat semua pihak terlena. Apalagi jika melihat perkembangan dalam 1 Minggu terakhir. Serta mengingat dalam waktu dekat, masyarakat Indonesia segera menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Apabila penularan di tengah masyarakat kembali tinggi, membuat kasus positif semakin tinggi dan kasus aktif pun juga dapat kembali meningkat. Dan penting untuk diketahui, bahwa terjadinya penularan di tengah-tengah masyarakat membutuhkan waktu lebih cepat ketimbang menyembuhkan seorang pasien.

Untuk itu, masyarakat dan pemerintah daerah diminta kembali meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan menghindari bepergian untuk menekan penularan di tengah masyarakat. "Saya juga mohon kepada seluruh kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota, dengan stagnannya angka kesembuhan saya harap dapat bersiap-siap dan terus meningkatkan pelayanan kesehatan agar apabila kasus positif bertambah, dapat segera sembuh dan tidak kembali meningkatkan jumlah kasus aktif," pungkas prof Wiku. (H-3)

BERITA TERKAIT