04 May 2021, 17:30 WIB

Warga Kampung Wuring Shalat Tarawih Di Atas Laut


Gabriel Langga | Ramadan

SENIN 3 Mei 2021 sekitar pukul 19.00 wita, terlihat sejumlah jemaah mulai berdatangan di Masjid Terapung AN-NUR yang ada di Kampung Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Jemaah yang didominasi oleh para nelayan keturunan Bajo ini datang untuk mengikuti ibadah shalat tarawih. Mereka melakukan shalat tarawih di atas laut. Mengingat masjid terapung AN-NUR ini berdiri di atas laut.

Masjid ini ditopang oleh 99 tiang penyangga dengan ketinggian empat meter dari dasar laut yang berdiri kokoh untuk menahan beratnya bangunan. Ditemani dengan suasana air laut yang bersahabat setiap malamnya, membuat para jemaah semakin khidmat untuk memohon pengampunan dosa selama bulan Ramadan.

Sayangnya, tidak semua jemaah terutama anak-anak bisa mengikuti ibadah shalat tarawih di masjid terapung AN-NUR yang sudah berdiri sejak 2012. Hal ini dikarenakan pembatasan kapasitas di dalam masjid untuk mematuhi protokol kesehatan. Ditambah lagi, durasi tausiah atau ceramah pun tak boleh berlama-lama. Usai ibadah shalat tarawih, jemaat pun langsung keluar meninggalkan Masjid terapung AN-NUR dengan ditemani oleh cahaya lampion yang memperindah suasana bulan ramadan.

Imam masjid AN-NUR Wuring, Jufri kepada mediaindonesia.com, Selasa (4/5) pun menceritakan keberadaan Masjid terapung AN-NUR yang berdiri di atas laut. Dikatakannya, awalnya warga di sekitar ini didominasi oleh ibu-ibu membangun mushola di atas laut dengan sejumlah kayu. Namun tidak lama kemudian, bangunan mushola ini roboh karena diterjang gelombang laut.

"Karena roboh kita pindahkan lagi lokasi. Jaraknya dari lokasi yang lama itu sekitar 30 meter dari lokasi yang saat ini kita sudah bangun masjid," ujar dia.

Dia mengatakan masjid AN-NUR ini kalau saat air laut pasang masjid ini terlihat terapung. Saat ini juga, di depan masjid sudah dibangun pemecah gelombang laut sehingga sekarang sudah aman dari amukan gelombang laut.

Jufri menuturkan di bulan ramadan ini semua jemaat yang ingin shalat tarawih wajib mengikuti protokol kesehatan seperti pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu, orang tua dilarang membawa anak-anak dibawah 12 tahun untuk mengikuti salat tarawih selama Ramadan.

"Kapasitas tempat sholat juga kita batasi. Pokoknya selama shalat tarawih kita betul-betul tegakan prokes," tandas Jufri.

Sementara itu, salah satu jemaat yang biasa shalat di masjid Terapung AN-NUR, Baharudin mengatakan, setiap aktivitas ibadah  bulan Ramadan bisa dilakukan di masjid Terapung AN-NUR. Namun untuk sholat Jumat di masjid Ar Rahman yang juga ada di Wuring ini.

"Shalat Jumat tidak bisa dilakukan di masjid Terapung AN-NUR. Tetapi kita lakukan shalat Jumatnya di Masjid Ar Rahman," papar Baharudin.

Ia menambahkan di masjid Terapung AN-NUR ini juga merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sikka. Namun di masa pandemi ini tidak ada wisatawan yang kunjung.

"Biasanya di bulan ramadhan begini banyak sekali wisatawan yang datang lihat ini masjid terapung ini. Tetapi sekarang sudah tidak ada lagi wisatawan yang datang kunjung mungkin karena covid-19," ujar dia kepada media indonesia sambil berbuka puasa. (OL-13)

Baca Juga: Libur Lebaran Lokasi Wisata di Kota Cirebon Tetap Buka

 

BERITA TERKAIT